Rasio NPL Bukopin turun jadi 2,01%
Selasa, 06 November 2012 - 17:53 WIB
Rasio NPL Bukopin turun jadi 2,01%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mencatat penurunan rasio bersih kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) pada kuartal III tahun ini menjadi 2,01 persen dari 2,47 persen pada September 2011.
"Penurunan ini mencerminkan manajemen risiko yang solid yang memang menjadi salah satu fokus utama manajemen," kata Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Selain penurunan tingkat NPL, perseroan juga mencatat adanya pertumbuhan pinjaman (loan) sebesar 17,25 persen menjadi Rp42,1 triliun pada periode tersebut dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp35,9 triliun.
"Dari total kredit rupiah, sebesar Rp36,99 triliun merupakan kredit lancar. Sebagian besar kredit lancar itu berasal dari modal kerja, yaitu sebesar Rp 18,47 trilliun," sambung dia.
Kredit lancar terbesar kedua, dia menambahkan, berasal dari kredit investasi sebesar Rp12,79 triliun. Profil kredit perseroan didominasi kredit produktif, yakni kredit-kredit yang diunakan sebagai modal kerja dan investasi yang mencapai 84,87 persen dari total kredit, sehingga kredit yang disalurkan masuk ke sektor riil.
"Kami juga sangat memperhatikan kualitas kredit yang tercermin dari rendahnya rasio NPL sebesar 2,01persen," tandasnya.
"Penurunan ini mencerminkan manajemen risiko yang solid yang memang menjadi salah satu fokus utama manajemen," kata Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Selain penurunan tingkat NPL, perseroan juga mencatat adanya pertumbuhan pinjaman (loan) sebesar 17,25 persen menjadi Rp42,1 triliun pada periode tersebut dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp35,9 triliun.
"Dari total kredit rupiah, sebesar Rp36,99 triliun merupakan kredit lancar. Sebagian besar kredit lancar itu berasal dari modal kerja, yaitu sebesar Rp 18,47 trilliun," sambung dia.
Kredit lancar terbesar kedua, dia menambahkan, berasal dari kredit investasi sebesar Rp12,79 triliun. Profil kredit perseroan didominasi kredit produktif, yakni kredit-kredit yang diunakan sebagai modal kerja dan investasi yang mencapai 84,87 persen dari total kredit, sehingga kredit yang disalurkan masuk ke sektor riil.
"Kami juga sangat memperhatikan kualitas kredit yang tercermin dari rendahnya rasio NPL sebesar 2,01persen," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :