Bangun pabrik, ESSA cari dana USD250 juta
Selasa, 06 November 2012 - 18:27 WIB
Bangun pabrik, ESSA cari dana USD250 juta
A
A
A
Sindonews.com - Anak usaha PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) yakni PT Panca Amara Utama (PAU) akan mencari sisa dana untuk pembangunan pabrik amoniak PAU senilai USD250 juta.
Adapun, total investasi pembangunan pabrik tersebut diperkirakan mencapai USD750 juta, dimana sekitar USD500 juta sudah diperoleh perseroan dari International Finance Corporation (IFC).
Corporate Secretary & Head of Investor Relations ESSA, Kanishk Laroya, mengatakan PAU sudah menandatangani surat mandat (mandate letter) dengan IFC. Berdasarkan ketentuan dalam surat mandat, IFC akan mempertimbangkan pemberian dana pinjaman hingga USD100 juta, memfasilitasi pinjaman sindikasi dari kreditur paralel sebesar USD400 juta, dan pemberian ekuitas hingga USD25 juta.
"Komitmen IFC untuk mengatur pinjaman dan ekuitas akan memperhitungkan tingkat kepuasan teknis, keuangan, penilaian lingkungan, serta penilaian sosial dan hukum, sebagai dasar untuk memperoleh persetujuan dari bagian kredit dan manajemen," ujar Kanishk melalui pesan elektroniknya, Selasa (6/11/2012).
Perseroan berharap proses pendanaan (financial close) untuk PAU dapat diselesaikan pada Maret 2013. Dia mengungkapkan, pinjaman ini memiliki tenor mencapai 10 tahun. Namun, mengenai bunga belum diraih kesepakatan.
Dana untuk menutupi kekurangan pembangunan pabrik amoniak senilai USD250 juta akan berasal dari shareholders PAU. "Manajemen ESSA saat ini tengah diskusi untuk equity portion, apakah bisa dari internal cash atau musti ambil loan di ESSA atau capital market activity," paparnya.
Terkait pembangunan pabrik amoniak di Sulawesi Tengah, perseroan menargetkan pembangunan konstruksi awal akan dimulai pada kuartal I/2013 dan sudah siap beroperasi pada kuartal III/2015 serta mampu mengolah amoniak dengan kapasitas 700.000 metrik ton (MT) per tahun.
Adapun, total investasi pembangunan pabrik tersebut diperkirakan mencapai USD750 juta, dimana sekitar USD500 juta sudah diperoleh perseroan dari International Finance Corporation (IFC).
Corporate Secretary & Head of Investor Relations ESSA, Kanishk Laroya, mengatakan PAU sudah menandatangani surat mandat (mandate letter) dengan IFC. Berdasarkan ketentuan dalam surat mandat, IFC akan mempertimbangkan pemberian dana pinjaman hingga USD100 juta, memfasilitasi pinjaman sindikasi dari kreditur paralel sebesar USD400 juta, dan pemberian ekuitas hingga USD25 juta.
"Komitmen IFC untuk mengatur pinjaman dan ekuitas akan memperhitungkan tingkat kepuasan teknis, keuangan, penilaian lingkungan, serta penilaian sosial dan hukum, sebagai dasar untuk memperoleh persetujuan dari bagian kredit dan manajemen," ujar Kanishk melalui pesan elektroniknya, Selasa (6/11/2012).
Perseroan berharap proses pendanaan (financial close) untuk PAU dapat diselesaikan pada Maret 2013. Dia mengungkapkan, pinjaman ini memiliki tenor mencapai 10 tahun. Namun, mengenai bunga belum diraih kesepakatan.
Dana untuk menutupi kekurangan pembangunan pabrik amoniak senilai USD250 juta akan berasal dari shareholders PAU. "Manajemen ESSA saat ini tengah diskusi untuk equity portion, apakah bisa dari internal cash atau musti ambil loan di ESSA atau capital market activity," paparnya.
Terkait pembangunan pabrik amoniak di Sulawesi Tengah, perseroan menargetkan pembangunan konstruksi awal akan dimulai pada kuartal I/2013 dan sudah siap beroperasi pada kuartal III/2015 serta mampu mengolah amoniak dengan kapasitas 700.000 metrik ton (MT) per tahun.
(rna)
Lihat Juga :