BEI khawatirkan rencana aksi lock out pengusaha
Rabu, 07 November 2012 - 20:09 WIB
BEI khawatirkan rencana aksi lock out pengusaha
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkhawatirkan rencana aksi lock out (mogok operasi) masal yang akan dilakukan sejumlah pengusaha akan berpengaruh terhadap pergerakan saham di pasar modal.
"Secara nasional itu pasti berpengaruh, kan perusahaan-perusahaan itu ada yang emiten di bursa ada yang nggak," ujar Direktur Pengembangan BEI, Federica Widyasari Dewi di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Dirinya menambahkan, gejolak yang terjadi terkait masalah ketenagakerjaan akan semakin buruk dampaknya bila ditambah dengan aksi mogok produksi yang akan dilakukan sejumlah pengusaha.
Pasalnya, hal tersebut akan menciptakan situasai keamanan yang tidak kondusif sehingga menghambat pertumbuhan iklim investasi di tanah air.
"Kalau buruhnya mogok terus pengusahanya juga mogok, kalau mereka tercatat di bursa tentu berpengaruh ke harga saham dan ekonomi secara general," pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi mogok kerja disertai sweeping pabrik yang marak akhir-akhir ini dan ketimpangan peraturan mengenai ketenagakerjaan membuat resah dunia usaha di Indonesia.
Menghadapi kondisi ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berencana akan melakukan lock out bila pemerintah tidak segera memberikan perlindungan dan jaminan hukum.
"Kami meminta kepastian hukum dari pemerintah, kalau tidak kami akan lock out seperti yang telah kami sampaikan pada Pak Presiden," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Sofjan menambahkan, aksi lockout merupakan upaya terakhir yang terpaksa ditempuh bila tidak ada titik terang. Pasalnya, pemerintah telah menciptakan kondisi chaos dengan membuat peraturan yang bertentangan dengan peraturan lainnya mengenai ketenagakerjaan.
"Secara nasional itu pasti berpengaruh, kan perusahaan-perusahaan itu ada yang emiten di bursa ada yang nggak," ujar Direktur Pengembangan BEI, Federica Widyasari Dewi di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Dirinya menambahkan, gejolak yang terjadi terkait masalah ketenagakerjaan akan semakin buruk dampaknya bila ditambah dengan aksi mogok produksi yang akan dilakukan sejumlah pengusaha.
Pasalnya, hal tersebut akan menciptakan situasai keamanan yang tidak kondusif sehingga menghambat pertumbuhan iklim investasi di tanah air.
"Kalau buruhnya mogok terus pengusahanya juga mogok, kalau mereka tercatat di bursa tentu berpengaruh ke harga saham dan ekonomi secara general," pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi mogok kerja disertai sweeping pabrik yang marak akhir-akhir ini dan ketimpangan peraturan mengenai ketenagakerjaan membuat resah dunia usaha di Indonesia.
Menghadapi kondisi ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berencana akan melakukan lock out bila pemerintah tidak segera memberikan perlindungan dan jaminan hukum.
"Kami meminta kepastian hukum dari pemerintah, kalau tidak kami akan lock out seperti yang telah kami sampaikan pada Pak Presiden," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Sofjan menambahkan, aksi lockout merupakan upaya terakhir yang terpaksa ditempuh bila tidak ada titik terang. Pasalnya, pemerintah telah menciptakan kondisi chaos dengan membuat peraturan yang bertentangan dengan peraturan lainnya mengenai ketenagakerjaan.
(gpr)
Lihat Juga :