Chevron berkomitmen terus genjot produksi

Kamis, 08 November 2012 - 10:57 WIB
Chevron berkomitmen...
Chevron berkomitmen terus genjot produksi
A A A
Sindonews.com - PT Chevron Pacific Indonesia berkomitmen terus menggenjot produksi minyak dan gas (migas) dari lapangan-lapangan miliknya. Perusahaan tersebut mengaku telah mengucurkan dana investasi sebesar USD30 miliar selama 10 tahun terakhir untuk meningkatkan produksi.

“Terbukti, kegiatan kami menghasilkan 44% dari minyak nasional,” kata Vice President Policy, Government and Public Affairs Chevron Indo-Asia Bussiness Unit Yanto Sianipar di sela-sela diskusi “Kepastian Hukum dan Pengaruhnya terhadap Investasi di Sektor Migas” di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pada akhir Oktober 2012 lalu Chevron mulai mengembangkan lapangan minyak di Duri Utara atau North Duri Development (NDD) Area 13 di Riau senilai USD500 juta.

Pengembangan itu diproyeksikan dapat menambah produksi minyak sebesar 17.000 barel per hari (bph). Perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) ini juga berpotensi memperoleh tambahan produksi minyak dari Lapangan Minas, Riau, bila hasil pengurasan tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) dengan injeksi surfaktan yang akan dilakukannya berhasil. Saat ini kegiatan injeksi surfaktan di Lapangan Minas ini masih dalam tahap uji coba.

Jika teknologi tersebut berhasil diterapkan, Chevron akan mengaplikasikannya di lapangan-lapangan lain. Namun, Yanto belum bisa menyebutkan berapa nilai investasi yang dibutuhkan untuk pemanfaatan teknologi tersebut. “Karena ini proyek uji coba, jadi tambahan produksinya kecil,” tegasnya.

Teknologi EOR yang sudah diterapkan di lapangan ini adalah water injection. Injeksi surfaktan merupakan teknologi EOR lanjutan yang dikembangkan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi dari lapangan ini. “Hasil uji coba ini menjadi dasar untuk evaluasi penerapan teknologi ini pada skala yang lebih besar,” katanya.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Hadi Prasetyo menambahkan, saat ini produksi minyak dari Lapangan Minas adalah sekitar 140.000 bph.

Bila uji lapangan berhasil, diperkirakan akan menambah produksi sebanyak 1.000 bph. Namun, uji coba lapangan ini membutuhkan waktu enam bulan sampai satu tahun. Setelah uji lapangan dilakukan, barulah dimulai proyek uji coba.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Siap Sambut...
Pertamina Siap Sambut Pekerja Chevron Pacific Indonesia
Mengintip Penerapan...
Mengintip Penerapan Digitalisasi di Dalam Chevron Pacific Indonesia
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Dipelototi Pemerintah...
Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Kolaborasi Perusahaan...
Kolaborasi Perusahaan Migas dan Pemprov Ini, Mampu Menjaga Ketahanan Pangan
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
42 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved