Saham perdana Baramulti dibuka terkoreksi 50 poin
Kamis, 08 November 2012 - 11:34 WIB
Saham perdana Baramulti dibuka terkoreksi 50 poin
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan trading dan supplier batubara, PT Baramulti Sukses Sarana, resmi melantai di Bursa Efek Idonesia (BEI) hari ini. Saham emiten yang tercatat dengan kode bursa BSSR ini dibuka pada level 1.900 atau melemah 2,56 persen, sekitar 50 poin dari harga saham perdana yang dipatok pada level Rp1.950.
"Ini merupakan emiten ke-20 yang bergabung di BEI sepanjang perdagangan tahun ini," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam sambutannya di Main Hall lantai GF, Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan menawarkan sebanyak 261.500.000 saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Dari IPO tersebut, perseroan memperoleh dana segar Rp509,9 miliar.
Rencananya, dana hasil IPO dialokasikan sebagian besar untuk modal pada anak perusahaan PT Antang Gunung Meratus (AGM) sebesar 47,9 persen atau Rp 235,9 miliar. Komposisi lainnya adalah untuk tambahan modal untuk BSSR sebesar 10,1 persen atau sekitar Rp50 miliar.
"Sisanya untuk membayar utang bank sebesar 33,6 persen atau sekitar USD18 juta serta keperluan modal kerja sebesar 8,4 persen atau sekitar Rp41,6 miliar," tambah Direktur Utama BSSR, Henry Angkasa dalam kesempatan yang sama.
"Ini merupakan emiten ke-20 yang bergabung di BEI sepanjang perdagangan tahun ini," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam sambutannya di Main Hall lantai GF, Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan menawarkan sebanyak 261.500.000 saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Dari IPO tersebut, perseroan memperoleh dana segar Rp509,9 miliar.
Rencananya, dana hasil IPO dialokasikan sebagian besar untuk modal pada anak perusahaan PT Antang Gunung Meratus (AGM) sebesar 47,9 persen atau Rp 235,9 miliar. Komposisi lainnya adalah untuk tambahan modal untuk BSSR sebesar 10,1 persen atau sekitar Rp50 miliar.
"Sisanya untuk membayar utang bank sebesar 33,6 persen atau sekitar USD18 juta serta keperluan modal kerja sebesar 8,4 persen atau sekitar Rp41,6 miliar," tambah Direktur Utama BSSR, Henry Angkasa dalam kesempatan yang sama.
(rna)
Lihat Juga :