Baramulti akan lunasi utang USD18 juta
Kamis, 08 November 2012 - 12:46 WIB
Baramulti akan lunasi utang USD18 juta
A
A
A
Sindonews.com - Setelah resmi melantai di Bursa Efek INdonesia (BEI) pada hari ini, PT Baramulti Sukses Sarana Tbk (BSSR) berencana segera melunasi utangnya ke Bank CIMB Niaga sebesar USD18 juta.
"Kami akan melunasi utang ke Bank CIMB Niaga pada tahun ini," kata Direktur Keuangan BSSR, Eric Rahardja saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Sebelumnya, perseroan baru saja melakukan penawarkan perdana saham ke publik (initial public offering/IPO) dengan melepas sebesar 261,50 juta saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari IPO tersebut, perseroan memperoleh dana segar Rp509,9 miliar.
Rencananya, dana hasil IPO dialokasikan sebagian besar untuk modal pada anak perusahaan PT Antang Gunung Meratus (AGM) sebesar 47,9 persen atau Rp235,9 miliar. Komposisi lainnya adalah untuk tambahan modal untuk BSSR sebesar 10,1 persen atau sekitar Rp50 miliar.
"Sisanya untuk membayar utang bank sebesar 33,6 persen atau sekitar USD18 juta serta keperluan modal kerja sebesar 8,4 persen atau sekitar Rp41,6 miliar," tambah Direktur Utama BSSR, Henry Angkasa dalam kesempatan yang sama.
"Kami akan melunasi utang ke Bank CIMB Niaga pada tahun ini," kata Direktur Keuangan BSSR, Eric Rahardja saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Sebelumnya, perseroan baru saja melakukan penawarkan perdana saham ke publik (initial public offering/IPO) dengan melepas sebesar 261,50 juta saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari IPO tersebut, perseroan memperoleh dana segar Rp509,9 miliar.
Rencananya, dana hasil IPO dialokasikan sebagian besar untuk modal pada anak perusahaan PT Antang Gunung Meratus (AGM) sebesar 47,9 persen atau Rp235,9 miliar. Komposisi lainnya adalah untuk tambahan modal untuk BSSR sebesar 10,1 persen atau sekitar Rp50 miliar.
"Sisanya untuk membayar utang bank sebesar 33,6 persen atau sekitar USD18 juta serta keperluan modal kerja sebesar 8,4 persen atau sekitar Rp41,6 miliar," tambah Direktur Utama BSSR, Henry Angkasa dalam kesempatan yang sama.
(rna)
Lihat Juga :