PT DI-Airbus Military produksi NC212 versi baru

Kamis, 08 November 2012 - 15:33 WIB
PT DI-Airbus Military...
PT DI-Airbus Military produksi NC212 versi baru
A A A
Sindonews.com - PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Airbus Military sepakat untuk melakukan produksi bersama pesawat NC212 versi upgrade untuk pasar internasional.

Pesawat yang versi aslinya sudah terjual sekitar 478 unit di seluruh dunia itu akan diproduksi seluruhnya di Bandung dengan sharing pembiayaan maupun keuntungan 50 persen berbanding 50 persen.

Direktur Utama PT DI, Budi Santoso mengungkapkan, hubungan kerja sama dengan Airbus Military sudah terjalin sejak sekitar 76 tahun lalu. Selama kurun waktu tersebut telah ada sejumlah pesawat yang diproduksi PT DI atas lisensi dari Airbus, diantaranya Cassa212 (C-212) yang kemudian untuk produksi PT DI diubah namanya menjadi NC-212. Setiap pembuatan Cassa212, PT DI harus membayar lisensi ke perusahaan asal Spanyol itu.

Atas pengalaman ini, kedua pihak bersepakat untuk membuat kerja sama produksi NC212 versi upgrade. “Sehingga dengan produksi bersama, keuntungan kita bagi bersama, development cost juga dibagi bersama 50 persen berbanding 50 persen,” katanya usai penandatanganan kesepakatan kerja sama di sela-sela pelaksanaan Indo Defence 2012 Expo and Forum di Jakarta, Kamis (8/11).

Budi menerangkan, dalam kerja sama ini Airbus Military bertanggung jawab untuk pengurusan hingga keluarnya sertifikat EASA sehingga pesawat bisa masuk pasar internasional.

“Dari PT DI menyediakan engineering karena engineering kita lebih kompetitif dibandingkan mereka,” paparnya.

Beberapa hal yang nantinya berubah dari pesawat NC212 versi asli adalah pada avionic pesawat. Jika pada versi asli avionic menggunakan manual, maka dalam versi upgrade sudah digital.

Selain itu dalam versi upgrade sudah menggunakan system autopilot terkini. Upgrade lainnya berupa interior yang mampu menganggkut 28 penumpang, lebih banyak dibandingkan versi asli yang menampung 25 penumpang.

Adapun untuk mesin, kata Budi, sejauh ini belum ada kesepakatan antara kedua pihak apakah akan diganti yang model baru atau sama jenisnya dengan yang sekarang ini dipakai.

“Mesin yang sekarang bahan bakarnya lebih hemat, tapi pembeli sekarang akan lebih senang dengan mesin baru PT6 karena power bisa diperbesar. Tapi itu (pilihan mesin) nanti akan kita bicarakan dengan calon customer, mereka maunya yang apa,” tutur dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, nilai investasi dari kerja sama ini sekitar USD14-15 juta yang ditanggung berdua. Nantinya setelah diproduksi, kedua industri penerbangan itu bersama-sama memasarkan NC212 versi upgrade.

Untuk negara-negara di sekitar Indonesia, pemasaran dilakukan oleh PT DI dan negara-negara di sekitar Spanyol oleh Airbus Military. Keuntungan yang didapat akan dibagi dua dengan persentase sama, 50 persen.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terkejut Sikap JPU,...
Terkejut Sikap JPU, Kuasa Hukum Minta Hakim Perhatikan Fakta Persidangan
KPK Panggil Komisaris...
KPK Panggil Komisaris Utama PT Asabri terkait Kasus PT DI
Telisik Korupsi PT DI,...
Telisik Korupsi PT DI, KPK Panggil 2 Komisaris PT Dirgantara Indonesia
GMF dan PTDI Jajaki...
GMF dan PTDI Jajaki Kerja Sama Perkuat Sinergi Dirgantara
Dalami Kasus Korupsi...
Dalami Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Panggil Pensiunan TNI
Langsung Ditahan, Tiga...
Langsung Ditahan, Tiga Tersangka Baru Korupsi PT DI Dipisah di Tiga Rutan
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
11 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
21 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
23 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
41 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved