SUGI : Saham melonjak karena mekanisme pasar
Jum'at, 09 November 2012 - 12:59 WIB
SUGI : Saham melonjak karena mekanisme pasar
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen PT Sugih Energy Tbk (SUGI) menyatakan, tidak mengetahui hal-hal yang mendorong terjadinya peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham perseroan dalam periode enam bulan belakangan ini.
Perkembangan atas harga dan transaksi saham SUGI di Bursa Efek Indonesia (BEI), menurut mereka, merupakan mekanisme pasar.
"Kami tidak mengetahui apa yang menyebabkan saham kami ramai ditransaksikan, semua perkembangan yang terjadi merupakan mekanisme pasar," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Sugih Energy Fachmi Zarkasi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Peningkatan harga saham SUGI terjadi sejak perseroan berniat melakukan penawaran umum terbatas (PUT) senilai Rp2,43 triliun pada April 2012. Padahal, sebelumnya saham ini tergolong tidak aktif ditransaksikan atau saham tidur.
Dana yang diperoleh dari PUT tersebut digunakan untuk membeli 100 persen kepemilikan di Eastwin Global Investment Ltd. Eastwin menguasai 49 persen participating interest di Blok Lemang PSC.
Pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012), saham SUGI meningkat 5,7 persen menjadi Rp167 per saham dengan volume sebanyak 166,33 juta lembar saham dan total transaksi sebesar Rp27,09 miliar. Sementara, pada pukul 13.00 WIB, harga saham SUGI di lantai Bursa kembali naik 2 poin (1,2 persen) menjadi Rp169 per lembar saham.
Fachmi menjelaskan, perseroan saat ini hanya fokus pada kegiatan pengeboran perdana salah satu sumur eksplorasi di Blok Lemang PSC, yang terletak di wilayah Provinsi Jambi.
"Akhir September lalu, kami telah memulai proses pengeboran perdana pada sumur eksplorasi Selong-1 dalam wilayah prospektif Akatara pada blok Lemang PSC, dimana kami juga memiliki participating interest sebesar 49 persen melalui Eastwin Global Investments, Ltd," tutur dia.
Dia menambahkan, proses pengeboran hingga saat ini berjalan lancar dan telah berhasil mencapai kedalaman kurang lebih 1.500 meter. Proses pengeboran akan dilanjutkan sampai beberapa hari ke depan, sekaligus melakukan pengambilan data sumur (logging).
"Kami berharap dapat menyampaikan penjelasan terperinci atas hasil yang diperoleh dari pengeboran pada sumur eksplorasi Selong-1 tersebut kepada publik dan otoritas dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.
Selain Blok Lemang, perseroan juga memiliki 100 persen participating interest di Blok Kalyani PSC melalui Eurorich Group Ltd, sebuah perusahaan yang diakuisisi 51 persen oleh perseroan pada September 2012. Blok Kalyani terletak di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi, ini memiliki enam wilayah seluas total 605 kilometer persegi.
Emiten sektor tambang yang sebelumnya bergerak di bidang distribusi suku cadang automotif ini juga memiliki 51 persen saham di PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI), sebuah perusahaan jasa penunjang kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi, khususnya dalam pengadaan dan penyediaan rig.
Perkembangan atas harga dan transaksi saham SUGI di Bursa Efek Indonesia (BEI), menurut mereka, merupakan mekanisme pasar.
"Kami tidak mengetahui apa yang menyebabkan saham kami ramai ditransaksikan, semua perkembangan yang terjadi merupakan mekanisme pasar," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Sugih Energy Fachmi Zarkasi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Peningkatan harga saham SUGI terjadi sejak perseroan berniat melakukan penawaran umum terbatas (PUT) senilai Rp2,43 triliun pada April 2012. Padahal, sebelumnya saham ini tergolong tidak aktif ditransaksikan atau saham tidur.
Dana yang diperoleh dari PUT tersebut digunakan untuk membeli 100 persen kepemilikan di Eastwin Global Investment Ltd. Eastwin menguasai 49 persen participating interest di Blok Lemang PSC.
Pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012), saham SUGI meningkat 5,7 persen menjadi Rp167 per saham dengan volume sebanyak 166,33 juta lembar saham dan total transaksi sebesar Rp27,09 miliar. Sementara, pada pukul 13.00 WIB, harga saham SUGI di lantai Bursa kembali naik 2 poin (1,2 persen) menjadi Rp169 per lembar saham.
Fachmi menjelaskan, perseroan saat ini hanya fokus pada kegiatan pengeboran perdana salah satu sumur eksplorasi di Blok Lemang PSC, yang terletak di wilayah Provinsi Jambi.
"Akhir September lalu, kami telah memulai proses pengeboran perdana pada sumur eksplorasi Selong-1 dalam wilayah prospektif Akatara pada blok Lemang PSC, dimana kami juga memiliki participating interest sebesar 49 persen melalui Eastwin Global Investments, Ltd," tutur dia.
Dia menambahkan, proses pengeboran hingga saat ini berjalan lancar dan telah berhasil mencapai kedalaman kurang lebih 1.500 meter. Proses pengeboran akan dilanjutkan sampai beberapa hari ke depan, sekaligus melakukan pengambilan data sumur (logging).
"Kami berharap dapat menyampaikan penjelasan terperinci atas hasil yang diperoleh dari pengeboran pada sumur eksplorasi Selong-1 tersebut kepada publik dan otoritas dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.
Selain Blok Lemang, perseroan juga memiliki 100 persen participating interest di Blok Kalyani PSC melalui Eurorich Group Ltd, sebuah perusahaan yang diakuisisi 51 persen oleh perseroan pada September 2012. Blok Kalyani terletak di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi, ini memiliki enam wilayah seluas total 605 kilometer persegi.
Emiten sektor tambang yang sebelumnya bergerak di bidang distribusi suku cadang automotif ini juga memiliki 51 persen saham di PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI), sebuah perusahaan jasa penunjang kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi, khususnya dalam pengadaan dan penyediaan rig.
(rna)
Lihat Juga :