CPO RI harus diselamatkan dari 'manuver' Malaysia
Jum'at, 09 November 2012 - 14:27 WIB
CPO RI harus diselamatkan dari 'manuver' Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyebutkan, bea keluar untuk produk CPO Indonesia mencapai angka tertinggi di titik 22,5 persen, sedangkan Malaysia hanya delapan persen.
Melihat hal tersebut, Gapki mengusulkan kepada pemerintah ketika mereview bea keluar, pemerintah pun harus mengambil langkah atau upaya untuk menyelamatkan harga CPO agar tidak tergerus oleh CPO Malaysia.
"Gapki akan mengusulkan kepada pemerintah, ketika pemerintah harus mereview Bea Keluar, jangan sampai tergerus oleh CPO Malaysia," ujar Joko di Kantor Pusat Gapki, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Di samping itu, Joko juga menuturkan terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden AS dan krisis di Eropa yang masih mengalami pemulihan akan mempengaruhi harga CPO ke depan. "Harga CPO itu bisa terpengaruh dari apapun," tutur Joko.
Joko pun memastikan, ekspansi Indonesia terhadap kelapa sawit masih melamban, yang berdampak pada produksi.
"Kondisi seperti ini dalam jangka pendek apakah akan mempengaruhi, karena harga minyak sawit dipengaruhi juga oleh faktor lain dan mekanisme pasar," pungkas Joko.
Melihat hal tersebut, Gapki mengusulkan kepada pemerintah ketika mereview bea keluar, pemerintah pun harus mengambil langkah atau upaya untuk menyelamatkan harga CPO agar tidak tergerus oleh CPO Malaysia.
"Gapki akan mengusulkan kepada pemerintah, ketika pemerintah harus mereview Bea Keluar, jangan sampai tergerus oleh CPO Malaysia," ujar Joko di Kantor Pusat Gapki, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Di samping itu, Joko juga menuturkan terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden AS dan krisis di Eropa yang masih mengalami pemulihan akan mempengaruhi harga CPO ke depan. "Harga CPO itu bisa terpengaruh dari apapun," tutur Joko.
Joko pun memastikan, ekspansi Indonesia terhadap kelapa sawit masih melamban, yang berdampak pada produksi.
"Kondisi seperti ini dalam jangka pendek apakah akan mempengaruhi, karena harga minyak sawit dipengaruhi juga oleh faktor lain dan mekanisme pasar," pungkas Joko.
(gpr)
Lihat Juga :