Kembangkan perikanan darat, Tapteng gandeng BPPP Provsu
Sabtu, 10 November 2012 - 07:00 WIB
Kembangkan perikanan darat, Tapteng gandeng BPPP Provsu
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Tapanuli Tengah (Tapteng) sedang mencoba menjalin kerjasama dengan Balai Penelitian Perikanan Provinsi Sumatera Utara (Provsu).
Hal itu dilakukan dalam upaya pengembangan budidaya perikanan darat lewat Balai Benih Ikan (BBI) setempat supaya kedepan daerah itu mampu sebagai suplier (penyedia). Disisi lain juga, kerjasama itu dalam rangka menyiapkan tenaga profesional.
"Kita sudah komunikasi dengan BPPP Provsu untuk melakukan pelatihan bagi tenaga tenaga penyuluh, sekaligus penelitian pembudidayaan ikan yang cocok di daerah ini. Dalam waktu dekat, mudah–mudahan kerjasama itu sudah ada," kata Kepala Dinas (Kadis) KP, Alamsyah Sitompul, Jumat (9/11/2012).
Adapun benih ikan yang akan diteliti ungkap Aliamsyah, berupa benih ikan Mas, Nila, Lele dan Gurami. “Sejauh ini sudah ada BBI sebagai tempat pembibitan, namun masih terkendala akan pengairan, wadah/tempat (bak) yang bocor dan air yang masuk merupakan pembuangan dari sawah,” ungkap Aliamsyah.
Aliamsyah mengaku, Bupati sebelumnya telah memerintahkannya supaya mencarikan solusi untuk pengembangan perikanan darat ini, dengan harapan BBI kelak dapat menjadi suplayer (penyuplai) benih ikan untuk wilayah Tapteng secara khusus.
Sementara pada kesempatan itu juga, sedang dilakukan pembekalan dan sosialisasi kepada 40 orang warga dari empat kelompok petambak ikan Lele di Aula Dinas itu. Adapun keempat kelompok itu masing - masing dari Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Desa Hutabalang Kecamatan Badiri, Desa Tapian Nauli, Kecamatan Tapian Nauli dan dari Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik.
Berdasarkan pantauan, kegiatan itu dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Perikanan Dinas KP Tapteng, Yacub Hutabarat didampingi Kepala Seksi (Kasi) Budidaya Magdalena Naiborhu selaku Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) dan staf Fera Panjaitan, Hasim Siregar, dan Rudi Daulay.
Di sela–sela kegiatan, Kabid Budidaya Yacub Hutabarat kepada wartawan mengungkapkan, pembekalan dan sosialisasi bagi anggota dan pengurus kelompok masyarakat penerima bantuan pembudidayaan ikan dari pemerintah ini harus dibina, agar menjadi kelompok yang dapat mengadopsi pengelolaan, dan tehnis budidaya ikan lele sebelum menerima bantuan pemerintah.
“Adapun setiap kelompok akan menerima bantuan sebesar Rp65 juta, sebagai modal pengelolaan budidaya ikan lele yang akan dialokasikan mulai dari pembukaan kolam, perencanaan, pemeliharaan dan pengembangan,” tandas Yakub Hutabarat.
Hal itu dilakukan dalam upaya pengembangan budidaya perikanan darat lewat Balai Benih Ikan (BBI) setempat supaya kedepan daerah itu mampu sebagai suplier (penyedia). Disisi lain juga, kerjasama itu dalam rangka menyiapkan tenaga profesional.
"Kita sudah komunikasi dengan BPPP Provsu untuk melakukan pelatihan bagi tenaga tenaga penyuluh, sekaligus penelitian pembudidayaan ikan yang cocok di daerah ini. Dalam waktu dekat, mudah–mudahan kerjasama itu sudah ada," kata Kepala Dinas (Kadis) KP, Alamsyah Sitompul, Jumat (9/11/2012).
Adapun benih ikan yang akan diteliti ungkap Aliamsyah, berupa benih ikan Mas, Nila, Lele dan Gurami. “Sejauh ini sudah ada BBI sebagai tempat pembibitan, namun masih terkendala akan pengairan, wadah/tempat (bak) yang bocor dan air yang masuk merupakan pembuangan dari sawah,” ungkap Aliamsyah.
Aliamsyah mengaku, Bupati sebelumnya telah memerintahkannya supaya mencarikan solusi untuk pengembangan perikanan darat ini, dengan harapan BBI kelak dapat menjadi suplayer (penyuplai) benih ikan untuk wilayah Tapteng secara khusus.
Sementara pada kesempatan itu juga, sedang dilakukan pembekalan dan sosialisasi kepada 40 orang warga dari empat kelompok petambak ikan Lele di Aula Dinas itu. Adapun keempat kelompok itu masing - masing dari Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Desa Hutabalang Kecamatan Badiri, Desa Tapian Nauli, Kecamatan Tapian Nauli dan dari Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik.
Berdasarkan pantauan, kegiatan itu dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Perikanan Dinas KP Tapteng, Yacub Hutabarat didampingi Kepala Seksi (Kasi) Budidaya Magdalena Naiborhu selaku Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) dan staf Fera Panjaitan, Hasim Siregar, dan Rudi Daulay.
Di sela–sela kegiatan, Kabid Budidaya Yacub Hutabarat kepada wartawan mengungkapkan, pembekalan dan sosialisasi bagi anggota dan pengurus kelompok masyarakat penerima bantuan pembudidayaan ikan dari pemerintah ini harus dibina, agar menjadi kelompok yang dapat mengadopsi pengelolaan, dan tehnis budidaya ikan lele sebelum menerima bantuan pemerintah.
“Adapun setiap kelompok akan menerima bantuan sebesar Rp65 juta, sebagai modal pengelolaan budidaya ikan lele yang akan dialokasikan mulai dari pembukaan kolam, perencanaan, pemeliharaan dan pengembangan,” tandas Yakub Hutabarat.
(gpr)
Lihat Juga :