Target produksi CPO 40 juta Ton sulit tercapai
Jum'at, 09 November 2012 - 15:25 WIB
Target produksi CPO 40 juta Ton sulit tercapai
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Joefli Bachroeni mengkhawatirkan target produksi Crude Palm Oil (CPO) pada tahun 2020 40 juta ton tidak akan tembus.
Pasalnya, penambahan lahan sulit dilakukan akibat moratorium lahan gambut yang diberlakukan sejak 2011 hingga 2013. "Kemungkinan roadmap 40 juta ton CPO itu tidak tercapai. Penambahan dari areal kelapa sawit ini jauh menurun karena ada isu-isu moratorium," ungkap Joefli di Kantor Pusat Gapki, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Sebelumnya Joefli mengatakan, ekspansi lahan sawit per tahun bisa mencapai 400 ribu hektare setiap tahunnya. Namun melihat kondisi saat ini Joefli meyakini target roadmap 40 juta ton CPO itu sulit tercapai.
Melihat hal tersebut, Indonesian Palm Oil Conference and 2013 Price Outlook Kedelapan yang akan berlangsung tanggal 29-30 November 2012 di Nusa Dua Bali menjadi ajang bagi para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan, owner, CEO dan eksekutif serta pengambil kebijakan tingkat nasional maupun internasional membahas isu-isu strategis diseputar industri perkebunan kelapa sawit.
IPOC and 2013 Price Outlook akan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa serta dihadiri Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai pembicara terkait dengan kebijakan perkelapasawitan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Pasalnya, penambahan lahan sulit dilakukan akibat moratorium lahan gambut yang diberlakukan sejak 2011 hingga 2013. "Kemungkinan roadmap 40 juta ton CPO itu tidak tercapai. Penambahan dari areal kelapa sawit ini jauh menurun karena ada isu-isu moratorium," ungkap Joefli di Kantor Pusat Gapki, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Sebelumnya Joefli mengatakan, ekspansi lahan sawit per tahun bisa mencapai 400 ribu hektare setiap tahunnya. Namun melihat kondisi saat ini Joefli meyakini target roadmap 40 juta ton CPO itu sulit tercapai.
Melihat hal tersebut, Indonesian Palm Oil Conference and 2013 Price Outlook Kedelapan yang akan berlangsung tanggal 29-30 November 2012 di Nusa Dua Bali menjadi ajang bagi para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan, owner, CEO dan eksekutif serta pengambil kebijakan tingkat nasional maupun internasional membahas isu-isu strategis diseputar industri perkebunan kelapa sawit.
IPOC and 2013 Price Outlook akan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa serta dihadiri Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai pembicara terkait dengan kebijakan perkelapasawitan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
(gpr)
Lihat Juga :