Finalisasi CEPA masih digodok
Sabtu, 10 November 2012 - 09:10 WIB
Finalisasi CEPA masih digodok
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, finalisasi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) saat ini masih dalam tahap pemetaan sejumlah hal utama yang nantinya akan dinegosiasikan oleh Indonesia dan Uni Eropa. Proses pemetaan tersebut diperkirakan baru selesai beberapa bulan mendatang.
“Mulai soal prosedur, ketentuan-ketentuannya, hingga struktur negosiasinya. Kalau sudah selesai,kami akan serahkan kepada pemerintah sebagai rekomendasi dari working group,” kata Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo seusai acara European Union-Indonesia Business Dialogue (EIBD) 2012 di Nusa Dua, Bali, kemarin.
Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa, kata dia, saling sepakat untuk mendorong agar CEPA bisa memasuki tahap lanjut. Namun, Pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kepentingan nasional.
Artinya, ketika ada industri nasional yang terancam dengan kesepakatan CEPA, pemerintah akan lebih dulu mencari penyebab dan melakukan analisa secara objektif sehingga ada kesiapan serta antisipasinya. “Kita mau memperoleh nasib yang lebih baik dengan kesepakatan ini. Dan, kita juga harus lebih sensitif,” tegasnya.
Sementara, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, persiapan CEPA membutuhkan waktu setidaknya tiga hingga enam tahun. Semua itu untuk memastikan keuntungan yang bisa diperoleh negara ini.
“Lalu, saat CEPA dibahas, harus clear, berapa investasi dari Eropa yang akan masuk dalam lima tahun ke Indonesia? Artinya, harus jelas angka-angkanya, target jangka panjangnya,” cetus Hidayat.
Hidayat berharap, Eropa terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia meski saat ini masih terjadi perlambatan ekonomi di kawasan itu.
Adapun, sektor-sektor industri yang berpotensi memiliki peluang investasi antara lain adalah manufaktur, industri agro, dan barang modal seperti permesinan asal Jerman, Italia, dan Inggris.
“Mulai soal prosedur, ketentuan-ketentuannya, hingga struktur negosiasinya. Kalau sudah selesai,kami akan serahkan kepada pemerintah sebagai rekomendasi dari working group,” kata Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo seusai acara European Union-Indonesia Business Dialogue (EIBD) 2012 di Nusa Dua, Bali, kemarin.
Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa, kata dia, saling sepakat untuk mendorong agar CEPA bisa memasuki tahap lanjut. Namun, Pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kepentingan nasional.
Artinya, ketika ada industri nasional yang terancam dengan kesepakatan CEPA, pemerintah akan lebih dulu mencari penyebab dan melakukan analisa secara objektif sehingga ada kesiapan serta antisipasinya. “Kita mau memperoleh nasib yang lebih baik dengan kesepakatan ini. Dan, kita juga harus lebih sensitif,” tegasnya.
Sementara, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, persiapan CEPA membutuhkan waktu setidaknya tiga hingga enam tahun. Semua itu untuk memastikan keuntungan yang bisa diperoleh negara ini.
“Lalu, saat CEPA dibahas, harus clear, berapa investasi dari Eropa yang akan masuk dalam lima tahun ke Indonesia? Artinya, harus jelas angka-angkanya, target jangka panjangnya,” cetus Hidayat.
Hidayat berharap, Eropa terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia meski saat ini masih terjadi perlambatan ekonomi di kawasan itu.
Adapun, sektor-sektor industri yang berpotensi memiliki peluang investasi antara lain adalah manufaktur, industri agro, dan barang modal seperti permesinan asal Jerman, Italia, dan Inggris.
(gpr)
Lihat Juga :