Menperin Mengundang Prancis Berinvestasi dan Jadi Bagian Hilirisasi Industri RI
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 17:56 WIB
loading...
Menperin Agus dan Mendag Prancis membahas beberapa isu penting yang meliputi kerja sama dalam bentuk I-EU CEPA, deforestasi, karbon, serta investasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Minister Delegate for Foreign Trade, Economic Attractiveness and French Nationals Abroad Perancis, Olivier Becht.Dalam pertemuan tersebut, Menperin memaparkan beberapa isu penting yang meliputi kerja sama dalam bentuk Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement ( I-EU CEPA ), deforestasi, karbon, serta investasi.
“Terkait I-EU CEPA, kami sampaikan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat penyelesaian perundingan yang sedang berlangsung, agar kedua pihak dapat segera memperoleh manfaat dari perjanjian tersebut,” ucap Agus dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (7/10/2023).
Baca Juga: Sukses! Indonesia Ekspor Perhiasan Emas Pertama ke UEA dalam Kerangka I-UAE CEPA
Diketahui, sejak 2016, negosiasi kesepatan I-EU CEPA telah berjalan sebanyak 15 putaran. Karenanya, Menperin ingin mengetahui pendapat pemerintah Perancis tentang poin-poin penting perjanjian tersebut, termasuk penyelesaian masalah-masalah yang tertunda.
Membahas deforestasi, Agus mengatakan bahwa sebagai mitra, Indonesia menghendaki praktik-praktik berkelanjutan yang sudah ada dalam rantai pasok pertanian di negara-negara produsen komoditas untuk dapat diakui. Hal itu terkait dengan komoditas ekspor Indonesia yang dikirim ke Uni Eropa.
Baca Juga: Wamendag Berharap Indonesia-EU CEPA Bisa Rampung Tahun Ini
“Terkait I-EU CEPA, kami sampaikan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat penyelesaian perundingan yang sedang berlangsung, agar kedua pihak dapat segera memperoleh manfaat dari perjanjian tersebut,” ucap Agus dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (7/10/2023).
Baca Juga: Sukses! Indonesia Ekspor Perhiasan Emas Pertama ke UEA dalam Kerangka I-UAE CEPA
Diketahui, sejak 2016, negosiasi kesepatan I-EU CEPA telah berjalan sebanyak 15 putaran. Karenanya, Menperin ingin mengetahui pendapat pemerintah Perancis tentang poin-poin penting perjanjian tersebut, termasuk penyelesaian masalah-masalah yang tertunda.
Membahas deforestasi, Agus mengatakan bahwa sebagai mitra, Indonesia menghendaki praktik-praktik berkelanjutan yang sudah ada dalam rantai pasok pertanian di negara-negara produsen komoditas untuk dapat diakui. Hal itu terkait dengan komoditas ekspor Indonesia yang dikirim ke Uni Eropa.
Baca Juga: Wamendag Berharap Indonesia-EU CEPA Bisa Rampung Tahun Ini
Lihat Juga :