Listing, saham Adi Sarana dibuka naik 11,54%
Senin, 12 November 2012 - 11:28 WIB
Listing, saham Adi Sarana dibuka naik 11,54%
A
A
A
Sindonews.com - Saham emiten transportasi dan logistik yang baru tercatat di Bursa pagi ini, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dibuka Rp435 atau naik 11,54 persen dari harga yang ditawarkan pada posisi Rp390.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto optimistis, emiten ini mampu menarik minat para investor, mengingat kebutuhan akan kendaraan operasional korporasi di masa-masa mendatang masih terbuka.
"Kami optimis mampu menarik para investor, mengingat bahwa saat ini bahwa perekonomian Indonesia yang masih tumbuh dan terus berkembang. Sehingga, akan mendorong kebutuhan korporasi akan kendaraan operasional yang semakin banyak," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Pada perdagangan sesi I hari ini, tercatat posisi tertinggi saham emiten tersebut mencapai level Rp440, dengan nilai transaksi Rp18,68 miliar dan volume penjualan 85,094.
Dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan melepas sebanyak 1,36 miliar saham atau 40,03 persen dari modal yang telah ditempatkan setelah penawaran umum. Adapun, target dana segar dari gelaran IPO ini mencapai Rp530 miliar.
Dana hasil penawaran saham perdana sebesar 58 persen dialokasikan untuk penambahan armada, dimana perseroan berencana membeli sekitar 1.709 unit armada baru. Selanjutnya, sekitar 32 persen untuk pembayaran pinjaman bank ke Bank Mandiri, Bank QNB Kesawan dan PT Bank Internasional Indonesia.
Sedangkan 10 persen dana IPO untuk pengembangan infrastruktur dan jaringan usaha. Perseroan berencana membangun tiga kantor cabang di Jabodetabek, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.
Dalam gelaran IPO ini, perseroan menunjuk PT Bahana Securities dan PT Buana Capital sebagai pelaksana penjamin emisi (underwriter). Sebelumnya, perseroan sudah melakukan penawaran saham perdana pada 2 November 2012 dan masa penawaran pada 6-7 November 2012.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto optimistis, emiten ini mampu menarik minat para investor, mengingat kebutuhan akan kendaraan operasional korporasi di masa-masa mendatang masih terbuka.
"Kami optimis mampu menarik para investor, mengingat bahwa saat ini bahwa perekonomian Indonesia yang masih tumbuh dan terus berkembang. Sehingga, akan mendorong kebutuhan korporasi akan kendaraan operasional yang semakin banyak," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Pada perdagangan sesi I hari ini, tercatat posisi tertinggi saham emiten tersebut mencapai level Rp440, dengan nilai transaksi Rp18,68 miliar dan volume penjualan 85,094.
Dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan melepas sebanyak 1,36 miliar saham atau 40,03 persen dari modal yang telah ditempatkan setelah penawaran umum. Adapun, target dana segar dari gelaran IPO ini mencapai Rp530 miliar.
Dana hasil penawaran saham perdana sebesar 58 persen dialokasikan untuk penambahan armada, dimana perseroan berencana membeli sekitar 1.709 unit armada baru. Selanjutnya, sekitar 32 persen untuk pembayaran pinjaman bank ke Bank Mandiri, Bank QNB Kesawan dan PT Bank Internasional Indonesia.
Sedangkan 10 persen dana IPO untuk pengembangan infrastruktur dan jaringan usaha. Perseroan berencana membangun tiga kantor cabang di Jabodetabek, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.
Dalam gelaran IPO ini, perseroan menunjuk PT Bahana Securities dan PT Buana Capital sebagai pelaksana penjamin emisi (underwriter). Sebelumnya, perseroan sudah melakukan penawaran saham perdana pada 2 November 2012 dan masa penawaran pada 6-7 November 2012.
(rna)
Lihat Juga :