BUMN diprioritaskan garap proyek JSS
Senin, 12 November 2012 - 11:38 WIB
BUMN diprioritaskan garap proyek JSS
A
A
A
Sindonews.com - Tim 7 yang terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perindustrian, Sekretaris kabinet, Sekretaris Negara, Menteri Hukum dan HAM serta kepala Bappenas merumuskan feasibilty study untuk proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak akan menggunakan dana dari APBN.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Hatta Rajasa menegaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan masuk dalam konsorsium pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Nantinya, BUMN ajan menjadi pemegang saham mayoritas.
Dengan adanya JSS, lanjut Hatta, maka ekonomi kawasan tersebut dapat tumbuh lebih subur. Menurut Hatta, hal tersebut menjadi salah satu landasan perusahaan pelat merah diprioritaskan membangun JSS. "BUMN akan kita libatkan dalam pembangunan JSS," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/11/2012).
Sekadar informasi, proyek JSS memiliki panjang 30 kilometer yang membentang dari Banten-Lampung melewati Selat Sunda. Pembangunan jembatan ini ditaksir mencapai Rp100 triliun.
Selain itu, pemerintah berencana membangun kawasan pendukung JSS, seperti jalur rel kereta api. Dengan demikian estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan kawasan tersebut meningkat hingga Rp250 triliun.
Saat ini, konsorsium pemrakarsa JSS tercatat atas nama PT Graha Banten Lampung Sejahtera, dan PT Bangungraha Sejahtera Mulia di bawah bendera Artha Graha Group, yang memiliki 95 persen saham. Sementara BUMD Provinsi Banten dan Lampung, masing-masing menguasai 2,5 persen.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Hatta Rajasa menegaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan masuk dalam konsorsium pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Nantinya, BUMN ajan menjadi pemegang saham mayoritas.
Dengan adanya JSS, lanjut Hatta, maka ekonomi kawasan tersebut dapat tumbuh lebih subur. Menurut Hatta, hal tersebut menjadi salah satu landasan perusahaan pelat merah diprioritaskan membangun JSS. "BUMN akan kita libatkan dalam pembangunan JSS," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/11/2012).
Sekadar informasi, proyek JSS memiliki panjang 30 kilometer yang membentang dari Banten-Lampung melewati Selat Sunda. Pembangunan jembatan ini ditaksir mencapai Rp100 triliun.
Selain itu, pemerintah berencana membangun kawasan pendukung JSS, seperti jalur rel kereta api. Dengan demikian estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan kawasan tersebut meningkat hingga Rp250 triliun.
Saat ini, konsorsium pemrakarsa JSS tercatat atas nama PT Graha Banten Lampung Sejahtera, dan PT Bangungraha Sejahtera Mulia di bawah bendera Artha Graha Group, yang memiliki 95 persen saham. Sementara BUMD Provinsi Banten dan Lampung, masing-masing menguasai 2,5 persen.
(gpr)
Lihat Juga :