Beli armada, Adi Sarana investasi Rp700 M
Senin, 12 November 2012 - 13:35 WIB
Beli armada, Adi Sarana investasi Rp700 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan investasi sebesar Rp700 miliar untuk menambah 3.017 unit kendaraan operasional korporasi. Ini guna mencapai target peningkatan pendapatan di tahun depan senilai Rp1 triliun.
"Penambahan armada (baru) sebanyak 3.017 menambah jumlah armada menjadi 13.017 unit armada. Dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar-Rp700 miliar," ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (12/11/2012).
Lebih lanjut Prodjo mengakui, perseroan pada tahun depan hanya akan fokus pada penambahan armada kendaraan operasional korporasi berupa MPV, Sedan, mobil 4 wheels drive (mobil segala medan) dan truk. Perseroan tidak berencana menambah armada untuk alat berat karena adanya penurunan harga komoditas global, sehingga dari segi nilai bisnis dianggap tidak menguntungkan.
"Penurunan harga komoditas jadi penyebab tidak adanya target kontrak tahun depan khususnya di alat berat," simpul dia.
Sementara perseroan menargetkan pendapatan usaha meningkat hingga mencapai angka Rp1 triliun pada 2013. Peningkatan pendapatan akan dikontribusi dari rental korporasi mencapai angka 70 persen. Sementara sisanya diperoleh dari pendapatan lain dan rental mobil non korporasi masing-masing sebesar 19 dan 11 persen.
"Penambahan armada (baru) sebanyak 3.017 menambah jumlah armada menjadi 13.017 unit armada. Dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar-Rp700 miliar," ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (12/11/2012).
Lebih lanjut Prodjo mengakui, perseroan pada tahun depan hanya akan fokus pada penambahan armada kendaraan operasional korporasi berupa MPV, Sedan, mobil 4 wheels drive (mobil segala medan) dan truk. Perseroan tidak berencana menambah armada untuk alat berat karena adanya penurunan harga komoditas global, sehingga dari segi nilai bisnis dianggap tidak menguntungkan.
"Penurunan harga komoditas jadi penyebab tidak adanya target kontrak tahun depan khususnya di alat berat," simpul dia.
Sementara perseroan menargetkan pendapatan usaha meningkat hingga mencapai angka Rp1 triliun pada 2013. Peningkatan pendapatan akan dikontribusi dari rental korporasi mencapai angka 70 persen. Sementara sisanya diperoleh dari pendapatan lain dan rental mobil non korporasi masing-masing sebesar 19 dan 11 persen.
(rna)
Lihat Juga :