Wapres: Distribusi raskin bagito rugikan masyarakat miskin

Selasa, 13 November 2012 - 11:44 WIB
Wapres: Distribusi raskin...
Wapres: Distribusi raskin bagito rugikan masyarakat miskin
A A A
Sindonews.com - Sistem distribusi bantuan beras bagi warga miskin (raskin) secara bagi rata atau bagito dinilai merugikan rumah tangga sasaran penerima bantuan. Dengan kebijakan tersebut, setiap rumah tangga seharusnya bisa menerima 15 kilogram beras, namun prakteknya hanya menerima sekira lima kilogram beras.

Mekanisme bagito menyebabkan distribusi raskin menjadi tidak tepat sasaran. "Seharusnya rumah tangga sasaran menerima 15 kilogram raskin, tapi karena sistem bagito hanya menerima lima kilo," tandas Wakil Presiden RI Boediono usai membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Regional Jawa-Bali di Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).

Menurut Boediono, sosialisasi di tingkat komunitas dapat dijadikan solusi perbaikan mekanisme distribusi. Namun demikian, hingga saat ini masih banyak pemerintah desa yang belum melaksanakan kebijakan pemasangan poster dan data penerima raskin yang diagendakan pemerintah sebagai transparansi distribusi raskin.

Sementara dari hasil uji coba pemasangan poster dan data penerima raskin, terjadi kenaikan cukup signifikan jumlah beras yang diterima oleh rumah tangga sasaran. "Kalau rata-rata hanya menerima lima kilo, setelah ada poster yang dipasang di daerah tersebut jumlah beras yang diterima meningkat menjadi antara sembilan hingga 12 kilogram," tambah Boediono.

Peningkatan jumlah beras yang diterima disebutkan Dosen Fakultas Ekonomi UGM tersebut mampu meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat miskin. Hal tersebut mempertimbangkan pengeluaran terbesar rumah tangga miskin adalah untuk pembelian beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Harga Beras Terus Melonjak,...
Harga Beras Terus Melonjak, PKS: Berdampak Serius Bagi Masyarakat
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas
Tambah Beban Warga Miskin,...
Tambah Beban Warga Miskin, Beras Bansos Berkualitas Buruk Harus Ditarik
Harga Beras Mahal, Ratusan...
Harga Beras Mahal, Ratusan Emak-emak di Madina Rela Antre di Kantor Pos
Minta Pemda Rajin Pantau...
Minta Pemda Rajin Pantau Harga Beras di Pasar, Mendag: Naik Rp10 Saja Berdampak ke Warga Miskin
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
42 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved