BI tingkatkan daya serap finansial

Selasa, 13 November 2012 - 11:47 WIB
BI tingkatkan daya serap...
BI tingkatkan daya serap finansial
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) tengah berupaya meningkatakan daya serap finansial sebagai upaya antisipasi banjirnya dana asing dari sektor investasi luar negeri, terutama dari negara adidaya Amerika Serikat (AS).

"Jadi kita expect (perkirakan) dengan performa ekonomi yang bagus itu (performa ekonomi Indonesia saat ini), akan ada inflow (arus modal yang masuk) lagi dalam beberapa kuartal ke depan atau beberapa bulan ke depan," ujar Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono di Gedung KS Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Hartadi menambahkan, potensi banjirnya aliran dana asing ke dalam negeri tersebut bahkan sudah terasa saat ini, terutama yang masuk melalui sektor-sektor invesatasi.

"Apalagi ditambah nanti permasalahan di AS, jadi kita bisa expect adanya inflow masuk lagi ke Indonesia. Bahkan sekarang pun sudah adanya inflow lagi," sambung dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, guna merespon potensi tersebut, Bank Sentral sedang berupaya meningkatkan daya serap terhadap berbagai dana asing yang masuk. Pasalnya, kendati idealnya dana-dana tersebut harus dimanfaatkan untuk pembiyaan kegiatan ekonomi nasional, namun dalam jangka pendek, dana-dana tersebut akan sulit dimanfaatkan sepenuhnya guna pembiayaan perekonomian.

Itu mengingat jumlah kegiatan ekonomi nasional jangka pendek yang masih terbatas, begitu pula kebutuhan pembiayaan yang juga masih terbatas.

"Nah, apabila inflow ini akan semakin banyak, yang sebetulnya bisa kita manfaatkan untuk melakukan pembiyaan kegiatan ekonomi jangka menengah dan panjang, tapi dalam jangka pendek kelebihan likuiditas. Saya bilang kelebihaan karena belum bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi jangka pendek. Itu (dana dari luar negeri) kan harus diserap oleh Bank Sentral," sambung dia.

Lebih lanjut Hartadi menjelaskan, bila dana-dana tersebut tidak dapat diserap oleh kegiatan ekonomi atau pun Bank Sentral, maka berpotensi membahayakan makro ekonomi Indonesia.

"Karena kelebihan dana ini akan menjadi spekulatif atau hot money, yang gampang sekali menjadi reversal. Oleh karena itu, absorb kapasitas Bank Sentral atau kemampuan Bank sentral untuk meng-absorb kelebihan likuiditas itu harus ditingkatkan," simpul dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
17 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
1 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
10 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
11 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
11 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
11 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved