Produksi nasional batu bara diperkirakan turun 5%

Selasa, 13 November 2012 - 17:12 WIB
Produksi nasional batu...
Produksi nasional batu bara diperkirakan turun 5%
A A A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala memperkirakan produksi nasional bisa turun 5 persen dibandingkan tahun lalu karena kondisi pasar yang sedang lesu.

Namun, Asosiasi juga memperkirakan permintaan batu bara akan mulai naik tahun depan. "Kondisi pasar batu bara dalam negeri tahun depan akan lebih baik seiring aktifnya beberapa pembangkit listrik milik PT PLN (Persero)," kata dia.

Membanjirnya pasokan batu bara tahun depan dikarenakan banyaknya pemain baru yang bermunculan karena tergiur harga yang tinggi pada tahun lalu.

Menurut Supriatna, rendahnya harga batu bara ini lebih mempengaruhi ekspor daripada konsumsi domestik. Dia beralasan, konsumsi domestik sudah dialokasikan sejak awal proyeksi produksi tahun ini, seperti untuk pembangkit listrik.

“Namun, permintaan batu bara untuk domestik juga akan menurun bila proyek pembangkit listrik tertunda,” tutup dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
39 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved