CIMB Niaga salurkan kredit mikro Rp1,9 T
Jum'at, 16 November 2012 - 09:42 WIB
CIMB Niaga salurkan kredit mikro Rp1,9 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk menyalurkan kredit mikro mencapai Rp1,9 triliun hingga September 2012. Pinjaman tersebut disalurkan melalui unit usaha Mikro Laju yang difokuskan pada pembiayaan unit usaha mikro kecil dan menengah.
Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga Handoyo Soebali mengungkapkan, penyaluran kredit tersebut dilakukan melalui 343 unit Mikro Laju yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, kehadiran unit Mikro Laju merupakan wujud dukungan dan komitmen bank tersebut untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil.
“Karena itu, kami masih akan menambah jumlah unit Mikro Laju hingga men-capai 350 unit pada akhir 2012 sebagai bentuk komitmen kami pada pengembangan UKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelasnya di sela-sela peresmian 14 unit Mikro Laju di Sulawesi yang dipusatkan di Kota Makassar, Rabu (14/11).
Menurut dia, untuk pembiayaan Mikro Laju, CIMB Niaga menawarkan dua fasilitas pinjaman seperti kredit mikro madya dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta dan kredit mikro utama dengan nilai kredit hingga Rp1 miliar.
Selain fasilitas pinjaman dan pengembangan usaha, Mikro Laju CIMB Niaga juga menawarkan fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan target nasabah dari pengusaha mikro. Kredit ini ditujukan untuk pembelian rumah baru atau secondary, rumah toko, serta renovasi rumah.
Total plafon pinjaman untuk kredit ini antara Rp20 juta hingga Rp1 miliar. “Hingga September, total kredit mikro yang disalurkan sudah mencapai Rp1,9 triliun atau tumbuh 97 persen dibandingkan periode yang sama 2011 lalu yang hanya Rp985 miliar. Ini keseluruhannya disalurkan melalui unit usaha Mikro Laju dan ini sangat menggembirakan,” bebernya.
Karena itu, ungkap dia, untuk tahun depan CIMB Niaga menargetkan penyaluran kredit UKM melalui Mikro Laju sebesar Rp3,5 triliun. Pertumbuhan target tersebut akan diimbangi dengan pembukaan cabang baru di wilayah Kalimantan.
Terkait pembukaan 14 unit Mikro Laju CIMB Niaga, Handoyo mengatakan, Sulawesi merupakan salah satu wilayah strategis untuk pengembangan bisnis khususnya untuk penyaluran kredit mikro. Alasannya, sebagai daerah berkembang,pangsa pasar usaha mikro sangat besar.
“Mikro Laju ini akan menyokong pengembangan UKM di Makassar, Manado,dan Kendari.Pangsa pasarnya masih sangat besar karena ini adalah daerah berkembang di mana banyak sekali usaha kecil yang membutuhkan pembiayaan,” ungkapnya.
Sementara, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berharap, pembukaan unit Mikro Laju tersebut dapat berdampak positif pada peningkatan aktivitas usaha kecil sehingga mempunyai nilai ekonomis pada masyarakat. Karena itu,dia meminta agar mekanisme perbankan yang kerap menghambat pengusaha kecil dalam mengajukan kredit dapat dipermudah.
“Dengan begitu, usaha kecil akan semakin berkembang dan bukan tidak mungkin berubah menjadi skala besar. Tapi itu tadi, mekanisme perbankan, kerap menghambat mereka dalam mengajukan kredit,” katanya.
Kepala Kantor Bank Indonesia Makassar Mahmud meminta agar suku bunga yang ditawarkan unit Mikro Laju CIMB Niaga lebih rendah dibandingkan bank lainnya. Dengan demikian,pengusaha kecil dengan modal terbatas bisa mengakses pinjaman yang ditawarkan.
“Saat ini sudah ada 41 bank di Makassar dan seluruhnya menyalurkan kredit. Jadi, sebisa mungkin suku bunga yang ditawarkan lebih rendah agar bermanfaat bagi pengusaha kecil,” tambahnya.
Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga Handoyo Soebali mengungkapkan, penyaluran kredit tersebut dilakukan melalui 343 unit Mikro Laju yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, kehadiran unit Mikro Laju merupakan wujud dukungan dan komitmen bank tersebut untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil.
“Karena itu, kami masih akan menambah jumlah unit Mikro Laju hingga men-capai 350 unit pada akhir 2012 sebagai bentuk komitmen kami pada pengembangan UKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelasnya di sela-sela peresmian 14 unit Mikro Laju di Sulawesi yang dipusatkan di Kota Makassar, Rabu (14/11).
Menurut dia, untuk pembiayaan Mikro Laju, CIMB Niaga menawarkan dua fasilitas pinjaman seperti kredit mikro madya dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta dan kredit mikro utama dengan nilai kredit hingga Rp1 miliar.
Selain fasilitas pinjaman dan pengembangan usaha, Mikro Laju CIMB Niaga juga menawarkan fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan target nasabah dari pengusaha mikro. Kredit ini ditujukan untuk pembelian rumah baru atau secondary, rumah toko, serta renovasi rumah.
Total plafon pinjaman untuk kredit ini antara Rp20 juta hingga Rp1 miliar. “Hingga September, total kredit mikro yang disalurkan sudah mencapai Rp1,9 triliun atau tumbuh 97 persen dibandingkan periode yang sama 2011 lalu yang hanya Rp985 miliar. Ini keseluruhannya disalurkan melalui unit usaha Mikro Laju dan ini sangat menggembirakan,” bebernya.
Karena itu, ungkap dia, untuk tahun depan CIMB Niaga menargetkan penyaluran kredit UKM melalui Mikro Laju sebesar Rp3,5 triliun. Pertumbuhan target tersebut akan diimbangi dengan pembukaan cabang baru di wilayah Kalimantan.
Terkait pembukaan 14 unit Mikro Laju CIMB Niaga, Handoyo mengatakan, Sulawesi merupakan salah satu wilayah strategis untuk pengembangan bisnis khususnya untuk penyaluran kredit mikro. Alasannya, sebagai daerah berkembang,pangsa pasar usaha mikro sangat besar.
“Mikro Laju ini akan menyokong pengembangan UKM di Makassar, Manado,dan Kendari.Pangsa pasarnya masih sangat besar karena ini adalah daerah berkembang di mana banyak sekali usaha kecil yang membutuhkan pembiayaan,” ungkapnya.
Sementara, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berharap, pembukaan unit Mikro Laju tersebut dapat berdampak positif pada peningkatan aktivitas usaha kecil sehingga mempunyai nilai ekonomis pada masyarakat. Karena itu,dia meminta agar mekanisme perbankan yang kerap menghambat pengusaha kecil dalam mengajukan kredit dapat dipermudah.
“Dengan begitu, usaha kecil akan semakin berkembang dan bukan tidak mungkin berubah menjadi skala besar. Tapi itu tadi, mekanisme perbankan, kerap menghambat mereka dalam mengajukan kredit,” katanya.
Kepala Kantor Bank Indonesia Makassar Mahmud meminta agar suku bunga yang ditawarkan unit Mikro Laju CIMB Niaga lebih rendah dibandingkan bank lainnya. Dengan demikian,pengusaha kecil dengan modal terbatas bisa mengakses pinjaman yang ditawarkan.
“Saat ini sudah ada 41 bank di Makassar dan seluruhnya menyalurkan kredit. Jadi, sebisa mungkin suku bunga yang ditawarkan lebih rendah agar bermanfaat bagi pengusaha kecil,” tambahnya.
(rna)
Lihat Juga :