Pembangunan rumah residensial di Jabar turun

Jum'at, 16 November 2012 - 14:51 WIB
Pembangunan rumah residensial...
Pembangunan rumah residensial di Jabar turun
A A A
Sindonews.com – Pembangunan perumahan residensial di Jawa Barat (Jabar) pada semester III/2012 mengalami penurunan cukup signifikan. Penurunan tersebut diperkirakan imbas dari perlambatan pembangunan perumahan di semester I/2012.

Data yang dilansir Bank Indonesia melalui Kajian Ekonomi Regional (KER) Jabar kuartal III/2012 menunjukkan adanya penurunan pembangunan perumahan residensial sebesar 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Bank Indonesia yang didasarkan pada hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) mencatat, pembangunan perumahan pada kuartal tersebut sebanyak 436 unit.

Dari jumlah itu, sebanyak 49,3 persen merupakan rumah dengan tipe sedang, yaitu tipe 36 sampai dengan tipe 70. Sementara sekitar 38,30 persen merupakan rumah tipe kecil, atau di bawah tipe 36. Kondisi tersebut menunjukkan, pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) relatif sedikit.

Diketahui, pada semester I/2012, pengembang nyaris tidak bisa melakukan pembangunan perumahan tipe 36 ke bawah, akibat polemik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ketika itu, pemerintah mengharuskan pembangunan perumahan untuk MBR minimal tipe 36. Sayangnya, pengembang tidak menyepakati harga perumahan tipe 36 yang dibandrol di bawah Rp70 juta.

Baru pada bulan Juli, di mana pemerintah menyetujui harga rumeh tipe 36 sebesar Rp88 juta, pengembang mulai melakukan pembangunan. “Memang pada semester I/2012, pembangunan perumahan untuk MBR nyaris terhenti. Bahkan, perumahan ready stock pun tidak bisa dijual,” kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yana Mulyana Suparjo di Bandung, Jumat (16/11/2012).

Ketika disinggung soal perlambatan pembangunan perumahan pada kuartal III/2012, Yana mengatakan, walaupun imbas dari perlambatan pembangunan di semester I/2012 masih ada, namun pembangunan perumahan saat ini sudah mulai berjalan.

Pengembang sudah mulai melakukan pembangunan perumahan tipe 36 ke bawah. Apalagi, beberapa waktu lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan aturan perumahan untuk MBR minimal tipe 36.

“Sampai akhir tahun, kami optimistis mampu membangun sekitar 4.000 perumahan untuk MBR,” imbuh Yana. Hal itu sejalan dengan bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) yang cenderung menurun dengan posisi BI rate identik stabil.

Hal senada juga dikemukakan Kepala Marketing Bumi Adiputra, Yogi Ismanto. Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir, penjualan perumahan MBR mulai menunjukkan peningkatan. Terutama untuk perumahan tipe 36. Menurut dia, permintaan perumahan tipe 36 cenderung meningkat.

“Perumahan tipe 36 memang paling diminati. Ini karena, harganya relatif terjangkau dengan luas bangunan ideal,” jelas dia.

Selain itu, perbankan pun menawarkan bunga KPR menurun. Saat ini, bunga KPR antara 6,7-7 persen per tahun. Untuk mendapatkan perumahan tipe 36, masyarakat juga tidak terkena aturan pembatasan uang muka minimal 30 persen, sehingga pengembang bisa memberikan penawaran uang muka lebih kompetitif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved