IMF minta Eropa bantu kurangi utang Yunani
Sabtu, 17 November 2012 - 10:02 WIB
IMF minta Eropa bantu kurangi utang Yunani
A
A
A
Sindonews.com - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyerukan agar Eropa bertindak membantu mengurangi utang Yunani. Di sisi lain, lembaga keuangan itu juga menegaskan bahwa mereka tidak siap untuk berkontribusi lebih banyak untuk meminjamkan dana talangan (bailout) bagi negara tersebut.
Juru Bicara IMF Bill Murray mengatakan, ketidaksiapan IMF memberikan pinjaman karena lembaga ini telah memperpanjang waktu pinjaman penyelamatan untuk Yunani selama empat tahun dari sebelumnya tiga tahun.
IMF juga telah menurunkan suku bunga pinjamannya kepada Yunani. “Itulah kontribusi dari IMF,” tegasnya dalam konferensi pers rutin yang dilansir AFP, kemarin.
Namun, IMF menolak untuk memberikan komentar spesifik mengenai apa yang harus dilakukan Eropa untuk mengurangi utang Yunani.
Sementara, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mempersingkat kunjungannya di Asia guna menghadiri pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels pada Selasa (20/11) pekan depan.
Lagarde mengungkapkan bahwa konferensi tingkat tinggi (KTT) harus menghasilkan sebuah kesepakatan yang akan menempatkan perekonomian negara zona euro yang bermasalah pada jalur yang berkelanjutan.
Pada saat yang sama, zona euro dan IMF menyatakan bahwa cara untuk mengelola utang raksasa Yunani adalah pencairan bailout kedua sebesar 31,5 miliar euro agar negara tersebut tidak mengalami kebangkrutan dan tetap menjadi bagian blok mata uang tunggal.
“Hal tersebut tidaklah berlebihan guna memastikan bahwa kita fokus pada tujuan yang sama yaitu Eropa, khususnya Yunani, dapat terus beroperasi secara berkelanjutan, bisa pulih dan bangkit kembali, serta dapat mengakses pasar sedini mungkin,” ungkap Lagarde.
Sebelumnya Lagarde tidak sepakat dengan para menteri keuangan zona euro yang menyatakan bahwa Athena harus diberikan waktu sampai 2022 untuk menurunkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sampai 120 persen.
Lebih lanjut Lagarde menegaskan, pembuat kebijakan Eropa juga harus menerapkan komitmen kebijakan untuk membantu meningkatkan perekonomian zona euro pada tahun depan. Yunani diperkirakan akan memasuki tahun keenam dari resesi pada 2013, sehingga mendorong tingkat utang menjadi 190 persen dari output pada dua tahun mendatang.
Zona euro yang juga kembali terbenam ke dalam resesi untuk kedua kalinya, dinilai akan semakin kesulitan untuk mengurai problem utang yang selama ini menggerogoti perekonomian kawasan ini.
Data menunjukkan bahwa ekonomi ke-17 negara pengguna euro pada kuartal III ini kembali menyusut 0,1 persen dibanding kuartal sebelumnya,yang juga berkontraksi sebesar 0,2 persen.
Juru Bicara IMF Bill Murray mengatakan, ketidaksiapan IMF memberikan pinjaman karena lembaga ini telah memperpanjang waktu pinjaman penyelamatan untuk Yunani selama empat tahun dari sebelumnya tiga tahun.
IMF juga telah menurunkan suku bunga pinjamannya kepada Yunani. “Itulah kontribusi dari IMF,” tegasnya dalam konferensi pers rutin yang dilansir AFP, kemarin.
Namun, IMF menolak untuk memberikan komentar spesifik mengenai apa yang harus dilakukan Eropa untuk mengurangi utang Yunani.
Sementara, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mempersingkat kunjungannya di Asia guna menghadiri pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels pada Selasa (20/11) pekan depan.
Lagarde mengungkapkan bahwa konferensi tingkat tinggi (KTT) harus menghasilkan sebuah kesepakatan yang akan menempatkan perekonomian negara zona euro yang bermasalah pada jalur yang berkelanjutan.
Pada saat yang sama, zona euro dan IMF menyatakan bahwa cara untuk mengelola utang raksasa Yunani adalah pencairan bailout kedua sebesar 31,5 miliar euro agar negara tersebut tidak mengalami kebangkrutan dan tetap menjadi bagian blok mata uang tunggal.
“Hal tersebut tidaklah berlebihan guna memastikan bahwa kita fokus pada tujuan yang sama yaitu Eropa, khususnya Yunani, dapat terus beroperasi secara berkelanjutan, bisa pulih dan bangkit kembali, serta dapat mengakses pasar sedini mungkin,” ungkap Lagarde.
Sebelumnya Lagarde tidak sepakat dengan para menteri keuangan zona euro yang menyatakan bahwa Athena harus diberikan waktu sampai 2022 untuk menurunkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sampai 120 persen.
Lebih lanjut Lagarde menegaskan, pembuat kebijakan Eropa juga harus menerapkan komitmen kebijakan untuk membantu meningkatkan perekonomian zona euro pada tahun depan. Yunani diperkirakan akan memasuki tahun keenam dari resesi pada 2013, sehingga mendorong tingkat utang menjadi 190 persen dari output pada dua tahun mendatang.
Zona euro yang juga kembali terbenam ke dalam resesi untuk kedua kalinya, dinilai akan semakin kesulitan untuk mengurai problem utang yang selama ini menggerogoti perekonomian kawasan ini.
Data menunjukkan bahwa ekonomi ke-17 negara pengguna euro pada kuartal III ini kembali menyusut 0,1 persen dibanding kuartal sebelumnya,yang juga berkontraksi sebesar 0,2 persen.
(gpr)
Lihat Juga :