Kupon bunga Samurai Bond 1,13%
Senin, 19 November 2012 - 10:48 WIB
Kupon bunga Samurai Bond 1,13%
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan menyebutkan, rendahnya tingkat kupon (rate) Samurai Bond tidak lepas dari predikat layak investasi (investment grade) di tahun 2012. Samurai Bond bernilai 60 miliar yen memiliki tenor 10 tahun.
"Pemerintah Indonesia telah berhasil meng-issue (menerbitkan ) dengan size (nilai) 60 miliar yen," ujar Robert di kantornya, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Bond ini, menurutnya, dijaminkan oleh The Japan Bank Of International Cooperation (JBIC) yang merupakan salah satu syarat bagi investor Jepang. "Jadi rate 1,13 persen adalah rate yang paling rendah di Jepang," tegasnya.
Seperti yang diketahui, periode kupon yang tidak dijamin untuk transaksi kali ini adalah 6,5 tahun, lebih panjang dari transaksi sebelumnya yaitu 4,5 tahun di November 2010.
"Ini membuktikan adanya kenaikan tingkat keyakinan investor Jepang akan credit story RI," ujar Robert.
Penerbitan Samurai Bond kali ini memperoleh respon investor Jepang yang cukup besar, sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Dari alokasi yang 60 miliar yen yang ditetapkan oleh pemerintah, porsi permintaan terbesar umumnya berasal dari sektor perbankan dan asuransi.
"Pemerintah Indonesia telah berhasil meng-issue (menerbitkan ) dengan size (nilai) 60 miliar yen," ujar Robert di kantornya, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Bond ini, menurutnya, dijaminkan oleh The Japan Bank Of International Cooperation (JBIC) yang merupakan salah satu syarat bagi investor Jepang. "Jadi rate 1,13 persen adalah rate yang paling rendah di Jepang," tegasnya.
Seperti yang diketahui, periode kupon yang tidak dijamin untuk transaksi kali ini adalah 6,5 tahun, lebih panjang dari transaksi sebelumnya yaitu 4,5 tahun di November 2010.
"Ini membuktikan adanya kenaikan tingkat keyakinan investor Jepang akan credit story RI," ujar Robert.
Penerbitan Samurai Bond kali ini memperoleh respon investor Jepang yang cukup besar, sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Dari alokasi yang 60 miliar yen yang ditetapkan oleh pemerintah, porsi permintaan terbesar umumnya berasal dari sektor perbankan dan asuransi.
(rna)
Lihat Juga :