Apindo pastikan akan ada PHK buruh
Senin, 19 November 2012 - 16:16 WIB
Apindo pastikan akan ada PHK buruh
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan niat rasionalisasi atau pemutusan hubukan kerja (PHK) dari pengusaha akan terealisasi di tahun 2013 jika kondisi ini tanpa solusi. Meski belum jelas, namun diperkirakan akan mencapai ratusan ribu pekerja akan mengalami nasib buruk tersebut.
"Secara total, ratusan ribu itu akan terjadi," ujar Sofjan kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Sofjan mengaku perlu mengumpulkan data dari setiap asosiasi yang berada di daerah. Perkiraannya bulan depan (Desember) semua data sudah terkumpul dan dapat dipastikan jumlah pekerja yang akan kehilangan pekerjaannya.
"Sekarang baru dapatkan beberapa daerah, karena belum laporkan ke kita. Menurut saya Desember kita sudah dapatkan persis berapa yang dapat rasionalisasi. Kalau persisnya itu akan cukup banyak. Tapi belum ada berapa," jelasnya.
Terkait pelaksanaan rasionalisasi, menurutnya akan dilakukan secara diam-diam. Sofjan menyatakan hal ini diakui beberapa pengusaha untuk mencegah amukan masa.
"Saya katakan sekali lagi, perusahaan itu cukup pintar untuk mengeluarkan itu. Karena itu nanti akan betahap, dan tidak mungkin sekaligus," pungkasnya.
"Secara total, ratusan ribu itu akan terjadi," ujar Sofjan kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Sofjan mengaku perlu mengumpulkan data dari setiap asosiasi yang berada di daerah. Perkiraannya bulan depan (Desember) semua data sudah terkumpul dan dapat dipastikan jumlah pekerja yang akan kehilangan pekerjaannya.
"Sekarang baru dapatkan beberapa daerah, karena belum laporkan ke kita. Menurut saya Desember kita sudah dapatkan persis berapa yang dapat rasionalisasi. Kalau persisnya itu akan cukup banyak. Tapi belum ada berapa," jelasnya.
Terkait pelaksanaan rasionalisasi, menurutnya akan dilakukan secara diam-diam. Sofjan menyatakan hal ini diakui beberapa pengusaha untuk mencegah amukan masa.
"Saya katakan sekali lagi, perusahaan itu cukup pintar untuk mengeluarkan itu. Karena itu nanti akan betahap, dan tidak mungkin sekaligus," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :