Apindo minta pemerintah ikuti aturan main

Senin, 19 November 2012 - 16:50 WIB
Apindo minta pemerintah...
Apindo minta pemerintah ikuti aturan main
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meminta pemerintah untuk mengikuti aturan main yang ada. Dia mengaku, kalangan pengusaha tidak menuntut apapun dari pemerintah.

"Kita hanya ingin pemerintah untuk mengikuti aturan main. Kita tidak ada nuntut apa-apa. Tidak usah lagi dia bikin apa-apa lagi," ujar Sofjan kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Senin (19/11/2012).

Menurutnya, aturan yang ada saat ini sudah cukup, baik itu Peraturan Presiden (Perpres) ataupun Peraturan Menteri (Permen). Dengan demikian, jika ada kesepakatan lain yang ingin dicapai, cukup membicarakan dengan Dewan Pengupah dan pengusaha.

"Menteri itu kan ketua di tripartit, tapi bicara itu tidak bisa. Jangan ancam-ancam itu sudah tidak bisa. Tidak diganggu saja, kita sudah syukurin," tegasnya.

Sofjan juga mengaku bingung, apalagi yang ingin dilakukan baik terhadap serikat pekerja ataupun pemerintah. Menyikapi kondisi saat ini, dia mengaku, pasrah.

"Ya kalau tutup kan kita santai saja, kita bisa pindah dan mencari untung di bisnis lain. Beli apartemen juga bisa terus disewain, kan tinggal goyang-goyang kaki di rumah," pungkasnya.

Apindo sebelumnya menyatakan, sektor bisnis Indonesia akan terganggu pada tahun 2013 jika usulan Dewan Pengupah benar disetujui. Pasalnya, banyak pihak akan dirugikan dengan disetujuinya usulan upah oleh Dewan Pengupahan.

Pihak yang dirugikan tersebut, yakni pengusaha, buruh dan pemerintah. Sementara, pihak yang diuntungkan adalah pihak asing yang akan memanfaatkan situasi ini dengan memasukkan produknya ke pasar dalam negeri. Karena itu, Apindo berharap kenaikan upah buruh harus dilakukan secara bertahap untuk menjaga iklim bisnis di Tanah Air tetap kondusif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
5 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved