Audit BP Migas makan waktu 4 bulan

Selasa, 20 November 2012 - 13:59 WIB
Audit BP Migas makan...
Audit BP Migas makan waktu 4 bulan
A A A
Sindonews.com - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa mengatakan, pemeriksaan BPK terhadap BP Migas tidak akan memakan waktu lama, hanya sekitar empat bulan.

"Semoga tidak terlalu lama, sekitar 4 bulan," kata Ali Masykur Musa di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Pemeriksaan-pemeriksaan rutin terhadap BP Migas yang sebelumnya telah dilakukan BPK, tukas Ali, akan menjadi dasar pemeriksaan khusus kali ini. "Untungnya tiap tahun kita melakukan pemeriksaan terhadap BP Migas. Pemeriksaan yang lama itu menjadi bagian pemeriksaan sampai dengan tanggal 13," ucapnya.

Selain itu, pria yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini mengatakan, laporan audit khusus BPK ini akan disampaikan kepada DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Kepala SKSP Migas, Jero Wacik.

"UU BPK menyebutkan, laporan itu akan disampaikan pada DPR, presiden, dan kepala SKSP Migas. Semua akan kita laporkan sehingga semua tahu posisinya sebelum tanggal 13," pungkas Ali.

Sebelumnya, BPK hadir dalam rapat di Kementerian ESDM. Kedatangan BPK ini terkait dengan rencana audit khusus terhadap BP Migas yang baru saja dibubarkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 13 November 2012 lalu.

"Saya hadir sengaja setelah pada hari Selasa ada keputusan MK yang membubarkn BP Migas. Salah satu keputusannya adalah BPK akan melakukan audit keuangan BP Migas," jelas Ali Masykur Musa.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
7 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
8 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved