KSPSI: UMP digeneralisir, akan banyak PHK

Selasa, 20 November 2012 - 15:20 WIB
KSPSI: UMP digeneralisir,...
KSPSI: UMP digeneralisir, akan banyak PHK
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris menilai sebenarnya titik persoalannya bukanlah pada angka upah minimum, melainkan pada cara pemerintah yang menetapkan upah secara pukul rata baik kepada usaha kecil, menengah, maupun besar.

Perusahaan-perusahaan besar, sambung Yoris, sebenarnya mampu membayar upah buruh hingga di atas Rp2 juta. Yang perlu diperhatikan ialah perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah yang terancam gulung tikar bila diharuskan membayar upah dengan besaran yang sama.

"Yang jadi persoalan, UMP itu digeneralisir. Kalau perusahaan inti sih hampir dipastikan bisa, sudah banyak kok yang membayar upah di atas Rp2 juta. Akan banyak PHK bila digeneralisir," Jelas Yoris saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Sementara, Anggota Dewan Pengupah Provinsi DKI Jakarta dari perwakilan pengusaha, Sarman Simanjorang berharap Gubernur yang ada dapat bijak untuk menetapkan UMP berdasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada.

"Harapan kami, dari pengusaha, Gubernur bijak dalam menetapkan UMP dengan mempertimbangkan secara rasional kemampuan dunia usaha, pertumbuhan ekonomi Jakarta, inflasi, produktivitas, penyerapan tenaga kerja," jelas Sarman saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Semua pertimbangan yang ada dimaksudkan, lanjut Sarman, agar perekonomian di Jakarta dapat tumbuh menjadi lebih baik lagi sesuai harapan untuk ke depannya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
7 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
8 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved