Muhammadiyah nilai BP Migas hanya 'ganti baju'

Selasa, 20 November 2012 - 17:19 WIB
Muhammadiyah nilai BP...
Muhammadiyah nilai BP Migas hanya 'ganti baju'
A A A
Sindonews.com - Pasca dibubarkannya BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan dibentuknya Satuan Kerja Sementara Pelaksana Migas (SKSP Migas), para penggugat UU Migas melakukan pertemuan di Kantor Pusat PP Muhammadiyah pada hari ini sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Hadir di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Mantan Menperin Fahmi Idris, pengamat ekonomi Iksanuddin Nursik, mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi, Anggota DPD Laode Ida, serta Ketua Umum Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhi Massardi.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammadiyah menilai, pembentukan SKSP Migas berdasarkan peraturan Presiden (Perpres) untuk menggantikan BP Migas tak lebih dari pergantian baju BP Migas.

"Secara substantif, Perpres itu belum sepenuhnya menjalankan keputusan MK," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Untuk mencegah terjadinya kembali penyimpangan-penyimpangan seperti yang dilakukan BP Migas, mereka sepakat meminta pemerintah segera menetapkan batas waktu masa transisi.

Setelah masa transisi, pemerintah harus membentuk BUMN baru untuk mengelola industri hulu migas sesuai amanat konstitusi. "Kami minta batas waktu yang logis. Perpres itu harus diberi batas waktu," simpul Din Syamsuddin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
8 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
8 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
9 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
9 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
10 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
10 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved