Q3, pendapatan JPST turun jadi Rp716 M
Selasa, 20 November 2012 - 17:46 WIB
Q3, pendapatan JPST turun jadi Rp716 M
A
A
A
Sindonews.com - Emiten properti, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JPST) mencatat penurunan kinerja keuangan pada kuartal ketiga tahun ini. Hal ini disebabkan karena penjualan apartemen yang belum dicatatkan serta dilakukannya proyek renovasi.
Pada kuartal III/2012, perseroan mencatat total pendapatan turun dari Rp739 miliar pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp716 miliar pada periode sama tahun ini. Sedangkan, laba bersih kuartal III ini tercatat senilai Rp97 miliar, turun dari Rp106 miliar di periode sama tahun lalu.
Direktur Residensial JSPT Margiman mengatakan, utnuk meningkat kinerja pada tahun ini, perseroan akan menggenjot sektor hotel dan perkantoran karena tren landed house akan mengalami penurunan.
Saat ini, perseroan telah mencatatkan marketing sales 76 persen untuk apartemen Setiabudi SkyGarden (SSG) yang memiliki 586 unit apartemen. Sedangkan Hyarta Residence di Yogyakarta mencatat marketing sales sebesar 85 persen dari 75 unit yang ditawarkan.
"Tren kebutuhan perkantoran akan semakin positif hingga tahun depan," ujar Margiman di Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Margiman menambahkan, pada kuartal III/2012, hotel masih mengontribusi 70 persen terhadap pendapatan perseroan, sedangkan residensial 15 persen. Namun, dia memprediksi, residensial pada kuartal IV akan mengalami kenaikan.
Ini membuat perseroan tetap optimistis untuk meraih total pendapatan senilai Rp1,2 triliun pada akhir tahun. "Untuk kuartal empat, residensial akan naik menjadi 30 persen karena sudah masuk pembukuan," ujar Margiman.
Pada kuartal III/2012, perseroan mencatat total pendapatan turun dari Rp739 miliar pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp716 miliar pada periode sama tahun ini. Sedangkan, laba bersih kuartal III ini tercatat senilai Rp97 miliar, turun dari Rp106 miliar di periode sama tahun lalu.
Direktur Residensial JSPT Margiman mengatakan, utnuk meningkat kinerja pada tahun ini, perseroan akan menggenjot sektor hotel dan perkantoran karena tren landed house akan mengalami penurunan.
Saat ini, perseroan telah mencatatkan marketing sales 76 persen untuk apartemen Setiabudi SkyGarden (SSG) yang memiliki 586 unit apartemen. Sedangkan Hyarta Residence di Yogyakarta mencatat marketing sales sebesar 85 persen dari 75 unit yang ditawarkan.
"Tren kebutuhan perkantoran akan semakin positif hingga tahun depan," ujar Margiman di Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Margiman menambahkan, pada kuartal III/2012, hotel masih mengontribusi 70 persen terhadap pendapatan perseroan, sedangkan residensial 15 persen. Namun, dia memprediksi, residensial pada kuartal IV akan mengalami kenaikan.
Ini membuat perseroan tetap optimistis untuk meraih total pendapatan senilai Rp1,2 triliun pada akhir tahun. "Untuk kuartal empat, residensial akan naik menjadi 30 persen karena sudah masuk pembukuan," ujar Margiman.
(rna)
Lihat Juga :