Suku bunga acuan di Australia bisa turun

Rabu, 21 November 2012 - 09:59 WIB
Suku bunga acuan di...
Suku bunga acuan di Australia bisa turun
A A A
Sindonews.com - Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/ RBA) berpeluang menurunkan suku bunga lebih lanjut jika data-data ekonomi di negara itu tidak menunjukkan perbaikan.

Terakhir kalinya RBA memotong suku bunga acuan pada Oktober lalu sebesar 25 basis poin menjadi 3,25 persen, terendah sejak akhir 2009.RBA termasuk bank sentral paling agresif menurunkan suku bunga di tengah hantaman krisis ekonomi dan keuangan global yang terjadi sejak 2008/2009 lalu.

Adapun, sepanjang tahun ini RBA telah memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin atau 1 persen. “Para anggota menganggap bahwa pelonggaran lebih lanjut kemungkinan hal yang tepat untuk periode ke depan,” kata RBA dikutip AFP kemarin.

Bank sentral menambahkan, dengan data harga pada kuartal III/2012 yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, disertai membaiknya perekonomian dunia saat ini, dewan menilai bahwa sikap kebijakan moneter RBA merupakan hal yang tepat untuk sementara waktu.

Menurut bank sentral, beberapa negara di antaranya China telah menunjukkan perbaikan dibantu berbagai stimulus. Selain itu, adanya pertumbuhan moderat dari Amerika Serikat (AS), disertai pengumuman kebijakan barubaru ini dari Uni Eropa dianggap akan membantu meningkatkan kondisi pasar keuangan, meskipun aktivitas ekonomi Benua Biru masih melemah.

“Solusi untuk kesenjangan fiskal AS, kenaikan pajak serta pemotongan anggaran belanja, dapat menghasilkan prospek pertumbuhan yang lebih baik,” kata RBA.

Sementara, inflasi Australia pada kuartal ketiga sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar 2,5 persen sepanjang tahun, sedangkan tingkat pengangguran pada September mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen.

Menanggapi data-data tersebut, Pemerintah Australia menyatakan, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi negara tersebut telah melambat dari laju tren pada awal tahun.

Dengan indikator baru-baru ini menunjukkan bahwa aktivitas pertumbuhan ekonomi lebih moderat pada kuartal III. Akibat hal tersebut, bulan lalu pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan riil ekonomi, dari 3,25 persen menjadi 3 persen.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Australia Larang Ekspor...
Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia, Moskow Bakal Kelimpungan?
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia...
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia Mulai Berlaku Minggu Ini
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Resmi Resesi, Ini yang...
Resmi Resesi, Ini yang Dialami Masyarakat Australia
Terbongkar! Ini Alasan...
Terbongkar! Ini Alasan Sebenarnya China Tekan Ekspor Australia
Berita Terkini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
14 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
25 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
28 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved