Pelayanan kepabean di RI masih lamban
Rabu, 21 November 2012 - 11:14 WIB
Pelayanan kepabean di RI masih lamban
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) menilai, pelayanan kepabeanan di Indonesia masih lamban. Padahal, kecepatan pelayanan pengurusan dokumen ekspor dan impor sangat penting dalam persaingan ekonomi di kancah dunia.
"Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan dokumen 27 hari, sebagai perbadingan Singapura cuma empat hari," kata Ketua Umum APJP Gunadi Sindhuwinata dalam acara Workshop Jalur Prioritas di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Karena itu, Gunadi meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam pelayanan dokumen ekspor impor. Menurutnya, proses pelayanan dokumen yang lebih mudah dan cepat di Kepabenan akan membuat Indonesia lebih kompetitif.
"Fasilitas yang didapatkan APJP seharusnya tidak dipandang menambah beban bagi negara melainkan justru meningkatkan daya saing serta menggerakan roda perekonomian," sambungnya.
Selain itu, Gunadi berharap, acara Workshop Jalur Prioritas yang diadakan APJP hari ini bisa memberikan saran-saran untuk penyempurnaan layanan Kepabeanan.
"Workshop diharapkan dapat memberikan masukan, pandangan dari sisi bisnis berkelanjutan," tutupnya.
"Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan dokumen 27 hari, sebagai perbadingan Singapura cuma empat hari," kata Ketua Umum APJP Gunadi Sindhuwinata dalam acara Workshop Jalur Prioritas di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Karena itu, Gunadi meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam pelayanan dokumen ekspor impor. Menurutnya, proses pelayanan dokumen yang lebih mudah dan cepat di Kepabenan akan membuat Indonesia lebih kompetitif.
"Fasilitas yang didapatkan APJP seharusnya tidak dipandang menambah beban bagi negara melainkan justru meningkatkan daya saing serta menggerakan roda perekonomian," sambungnya.
Selain itu, Gunadi berharap, acara Workshop Jalur Prioritas yang diadakan APJP hari ini bisa memberikan saran-saran untuk penyempurnaan layanan Kepabeanan.
"Workshop diharapkan dapat memberikan masukan, pandangan dari sisi bisnis berkelanjutan," tutupnya.
(rna)
Lihat Juga :