Jokowi: Belum ada yang protes UMP DKI
Rabu, 21 November 2012 - 14:00 WIB
Jokowi: Belum ada yang protes UMP DKI
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyatakan sampai saat ini belum ada pihak yang memprotes mengenai Upah Minimum Provinsai (UMP) DKI sebesar Rp. 2,2 juta.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan, jangan sampai ke depannya keputusan yang sudah diambil agar tidak menjadi hal yang membuat ramai.
"Ya nggak ada (yang protes). Wong kemarin sudah saya undang semuanya kok. Pengusaha Apindo sudah saya undang, serikat juga kita undang, Dewan Pengupahan juga kita undang. Artinya, hal yang sudah kita putuskan, jangan sampai nanti ada yang ramai lagi. Kan sudah kita putuskan," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Ketika disinggung masalah kepuasan beberapa pihak terkait keputusan tersebut, mantan Wali Kota Solo ini mengatakan keputusan yang ada sudah melalui kalkulasi yang adil.
"Kalau Masalah puas atau tidak puas ya, ya sulit. Nanti kalau saya putuskan 1,9 pasti dari serikat ramai. Saya putuskan 2,7 pasti juga pengusahanya ramai. Jadi nggak akan memuaskan semua pihak. Tapi yang saya putuskan itu sudah melalui kalkulasi yang adil lah," jelas Jokowi.
Di sisi lain, kembali ditegaskan jika pihak Apindo sudah diajak bicara mengenai keputusan tersebut. Sehingga seharusnya pihak-pihak yang ada dapat menerima apapun keputusan yang sudah ditetapkan.
"Kemarin kan sudah kita bicarakan juga. Pagi kemarin setangah delapan sudah kita ajak bicara (Apindo)," tukas Jokowi.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan, jangan sampai ke depannya keputusan yang sudah diambil agar tidak menjadi hal yang membuat ramai.
"Ya nggak ada (yang protes). Wong kemarin sudah saya undang semuanya kok. Pengusaha Apindo sudah saya undang, serikat juga kita undang, Dewan Pengupahan juga kita undang. Artinya, hal yang sudah kita putuskan, jangan sampai nanti ada yang ramai lagi. Kan sudah kita putuskan," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Ketika disinggung masalah kepuasan beberapa pihak terkait keputusan tersebut, mantan Wali Kota Solo ini mengatakan keputusan yang ada sudah melalui kalkulasi yang adil.
"Kalau Masalah puas atau tidak puas ya, ya sulit. Nanti kalau saya putuskan 1,9 pasti dari serikat ramai. Saya putuskan 2,7 pasti juga pengusahanya ramai. Jadi nggak akan memuaskan semua pihak. Tapi yang saya putuskan itu sudah melalui kalkulasi yang adil lah," jelas Jokowi.
Di sisi lain, kembali ditegaskan jika pihak Apindo sudah diajak bicara mengenai keputusan tersebut. Sehingga seharusnya pihak-pihak yang ada dapat menerima apapun keputusan yang sudah ditetapkan.
"Kemarin kan sudah kita bicarakan juga. Pagi kemarin setangah delapan sudah kita ajak bicara (Apindo)," tukas Jokowi.
(gpr)
Lihat Juga :