Hadapi ASEAN-China FTA, kepabeanan harus dibenahi
Rabu, 21 November 2012 - 14:18 WIB
Hadapi ASEAN-China FTA, kepabeanan harus dibenahi
A
A
A
Sindonews.com - Jelang ASEAN-China Free Trade Area (ASEAN-China FTA), Indonesia masih menghadapi banyak kendala yang dapat melemahkan daya saing. Di antaranya ialah pelayanan kepabeanan yang masih kacau.
Karena itu, Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) meminta pemerintah untuk segera melakukan reformasi birokrasi di kepabeanan.
"Reformasi di bidang kepabeanan sangat penting untuk meningkatkan daya saing kita, apalagi sebentar lagi kita masuk ASEAN-China Free Trade Area," ujar Ketua Umum APJP Gunadi Sindhuwinata usai acara Workshop Jalur Prioritas di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Gunadi menambahkan, Indonesia tidak hanya menghadapi serbuan arus barang impor saja pada ASEAN-China FTA, tetapi juga arus tenaga kerja asing. "Bukan arus barang saja yang kita takutkan, tapi juga tenaga kerja," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan menuturkan, saat ini persaingan ekonomi di ASEAN semakin ketat. Bahkan, negara-negara kecil yang tadinya bukan kompetitor, kini mulai menanjak mengejar Indonesia.
"Sekarang negara-negara yang tidak kita perhitungkn seperti Kamboja dan Laos saja sudah bisa menyaingi kita," tukas dia.
Karena itu, Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) meminta pemerintah untuk segera melakukan reformasi birokrasi di kepabeanan.
"Reformasi di bidang kepabeanan sangat penting untuk meningkatkan daya saing kita, apalagi sebentar lagi kita masuk ASEAN-China Free Trade Area," ujar Ketua Umum APJP Gunadi Sindhuwinata usai acara Workshop Jalur Prioritas di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Gunadi menambahkan, Indonesia tidak hanya menghadapi serbuan arus barang impor saja pada ASEAN-China FTA, tetapi juga arus tenaga kerja asing. "Bukan arus barang saja yang kita takutkan, tapi juga tenaga kerja," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan menuturkan, saat ini persaingan ekonomi di ASEAN semakin ketat. Bahkan, negara-negara kecil yang tadinya bukan kompetitor, kini mulai menanjak mengejar Indonesia.
"Sekarang negara-negara yang tidak kita perhitungkn seperti Kamboja dan Laos saja sudah bisa menyaingi kita," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :