Dianggap melecehkan wartawan, Jero minta maaf
Rabu, 21 November 2012 - 16:35 WIB
Dianggap melecehkan wartawan, Jero minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Menteri ESDM Jero Wacik mengaku, pernyataannya yang menyebut Humas BP Migas harus bisa mengendalikan wartawan dengan cara mengajak makan siang dan memberi hadiah tidak bermaksud untuk merendahkan. Namun, ia meminta maaf bila perkataannya tersebut telah menyinggung para wartawan.
"Tidak ada niat saya melecehkan wartawan. Tapi kalau ada salah tangkap, salah menerjemahkan, saya minta maaf. Saya cinta kok sama wartawan dari sekarang dan seterusnya nanti," tutur Jero Wacik usai rapat bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan dan jajaran Pertamina di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Jero mengaku, dirinya sangat menghargai pers dan menganggap penting posisi wartawan. Pasalnya, pers adalah pembentuk opini publik di era keterbukaan.
"Saya salah satu orang yang mencintai media karena di era demokrasi, media salah satu ujung tombak. Sejak 2004 saya sangat rajin bicara dengan media," ujarnya.
Lebih lanjut, pria kelahiran Bali tersebut juga menyampaikan penilaiannya bahwa undangan makan bersama dan pemberian hadiah kepada wartawan merupakan sesuatu yang wajar. Apalagi, wartawan juga rakyat. "Wartawan juga rakyat, kalau kita bikin program yang menyejahterakan wartawan, ya pro rakyat," pungkas Jero.
Sebelumnya, dalam acara Tatap Muka Menteri ESDM dengan Seluruh Pekerja dan Tenaga Penunjang SKSP Migas di City Plaza, Jakarta, Senin (19/11/2012) lalu, Jero menegur Humas BP Migas yang dianggapnya tidak bisa mendekati wartawan sehingga berita-berita tentang BP Migas yang beredar di masyarakat menjadi buruk.
Dia meminta Humas BP Migas untuk 'mengendalikan' pers dengan cara mengajak makan siang dan memberi hadiah. "Wartawan ajak makan siang, kumpulkan sepuluh orang. Kalau mau, kasih hadiah. Masak segede BP Migas nggak pernah mau kasih hadiah," kata Jero di City Plaza Senin lalu.
Pernyataan inilah yang menuai kritik dari media massa karena dinilai melecehkan wartawan.
"Tidak ada niat saya melecehkan wartawan. Tapi kalau ada salah tangkap, salah menerjemahkan, saya minta maaf. Saya cinta kok sama wartawan dari sekarang dan seterusnya nanti," tutur Jero Wacik usai rapat bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan dan jajaran Pertamina di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Jero mengaku, dirinya sangat menghargai pers dan menganggap penting posisi wartawan. Pasalnya, pers adalah pembentuk opini publik di era keterbukaan.
"Saya salah satu orang yang mencintai media karena di era demokrasi, media salah satu ujung tombak. Sejak 2004 saya sangat rajin bicara dengan media," ujarnya.
Lebih lanjut, pria kelahiran Bali tersebut juga menyampaikan penilaiannya bahwa undangan makan bersama dan pemberian hadiah kepada wartawan merupakan sesuatu yang wajar. Apalagi, wartawan juga rakyat. "Wartawan juga rakyat, kalau kita bikin program yang menyejahterakan wartawan, ya pro rakyat," pungkas Jero.
Sebelumnya, dalam acara Tatap Muka Menteri ESDM dengan Seluruh Pekerja dan Tenaga Penunjang SKSP Migas di City Plaza, Jakarta, Senin (19/11/2012) lalu, Jero menegur Humas BP Migas yang dianggapnya tidak bisa mendekati wartawan sehingga berita-berita tentang BP Migas yang beredar di masyarakat menjadi buruk.
Dia meminta Humas BP Migas untuk 'mengendalikan' pers dengan cara mengajak makan siang dan memberi hadiah. "Wartawan ajak makan siang, kumpulkan sepuluh orang. Kalau mau, kasih hadiah. Masak segede BP Migas nggak pernah mau kasih hadiah," kata Jero di City Plaza Senin lalu.
Pernyataan inilah yang menuai kritik dari media massa karena dinilai melecehkan wartawan.
(gpr)
Lihat Juga :