Industri garmen & sepatu niat hengkang ke Myanmar

Kamis, 22 November 2012 - 10:43 WIB
Industri garmen & sepatu...
Industri garmen & sepatu niat hengkang ke Myanmar
A A A
Sindonews.com - Kenaikan upah minimum hingga lebih dari 40 persen pada tahun 2013 mendatang menjadi beban yang sangat berat bagi pengusaha, khususnya yang bergerak di bidang industri garmen dan sepatu. Pasalnya, kedua industri tersebut sebagian besar berskala kecil menengah dan bersifat padat karya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan, banyak para pengusaha garmen dan sepatu yang sudah berancang-ancang relokasi ke Myanmar pada tahun depan.

"Sudah banyak yang bicara sama kita, sekarang Myanmar kan sangat menarik sekali. Terutama yang asing milih ke sana, yang sepatu, yang garmen," tutur Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kepada Sindonews setelah menghadiri acara talkshow Power Breakfest MNC Business di Menara MNC, Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Sofjan mengatakan, industri tekstil dan sepatu menyerap tenaga kerja hingga tiga juta orang. Artinya, tiga juta pekerja saat ini terancam akan menjadi pengangguran bila para pengusaha tekstil dan sepatu melakukan relokasi ke Myanmar. "Tekstil sama sepatu itu tiga juta yang kerja," sebutnya.

Komponen upah pada kedua industri tersebut, jelas Sofjan, mencapai 35 persen dari total biaya produksi sehingga wajar bila mereka adalah bidang industri yang paling terpukul oleh kenaikan upah minimum. "Tekstil 30-35 persen, sepatu 32 persen untuk upah," terang dia.

Untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang akan terjadi jika para pengusaha tersebut memindahkan lokasi usahanya, Ketua Umum Apindo ini mengaku berusaha mencegahnya dengan meminta mereka relokasi ke Jawa Tengah saja, bukan ke Myanmar. "Saya bilang pindah saja ke Jawa Tengan yang UMP-nya masih 1 jutaan," tutup Sofjan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
17 menit yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
9 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
10 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
10 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
10 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved