Desember, banyak pengusaha akan tutup usaha
Kamis, 22 November 2012 - 12:50 WIB
Desember, banyak pengusaha akan tutup usaha
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan upah minimum hingga 40 persen pada 2013 mendatang amat memberatkan para pengusaha. Akibat kebijakan pemerintah ini, banyak pengusaha berencana menutup kegiatan usahanya pada bulan Desember 2012.
Para pengusaha memilih waktu Desember 2012 karena mereka diharuskan membayar pesangon yang lebih besar lagi bila menutup usahanya pada tahun depan.
"Kalau you (pengusaha) tutup sekarang ini, nggak bayar upah sebesar tahun depan. Jadi, pengusaha pada mau tutup Desember ini," ungkap Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi setelah menghadiri acara Talkshow Power Breakfast MNC Business di Menara MNC, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Menurut Sofjan, dunia usaha di Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah besar. Di tengah semakin masifnya aksi-aksi demo buruh dan kenaikan upah minimum, barang-barang impor membanjiri pasar domestik. Situasi yang tidak menguntungkan ini mendorong banyak pengusaha untuk menghentikan kegiatan usahanya.
"Sebenarnya gini, kalau kita lihat situasi sejak tahun lalu sampai sekarang, kita merasakan sekali produktivitas buruh menurun, absensi naik. Barang-barang impor sekarang sedang banjir karena kita nggak bisa bersaing lagi dengan cost yang tinggi. Upah tahun ini naik tinggi sekali, misalnya di Bogor sampai 80 persen," jelas Sofjan.
Pihaknya meminta pemerintah untuk bertindak sesuai akal sehat. Permasalahan ekonomi, sambungnya, harus diselesaikan secara ekonomis, bukan dengan pertimbangan politis. "Pemerintah jangan mengorbankan ekonomi demi populis," pungkas dia.
Para pengusaha memilih waktu Desember 2012 karena mereka diharuskan membayar pesangon yang lebih besar lagi bila menutup usahanya pada tahun depan.
"Kalau you (pengusaha) tutup sekarang ini, nggak bayar upah sebesar tahun depan. Jadi, pengusaha pada mau tutup Desember ini," ungkap Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi setelah menghadiri acara Talkshow Power Breakfast MNC Business di Menara MNC, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Menurut Sofjan, dunia usaha di Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah besar. Di tengah semakin masifnya aksi-aksi demo buruh dan kenaikan upah minimum, barang-barang impor membanjiri pasar domestik. Situasi yang tidak menguntungkan ini mendorong banyak pengusaha untuk menghentikan kegiatan usahanya.
"Sebenarnya gini, kalau kita lihat situasi sejak tahun lalu sampai sekarang, kita merasakan sekali produktivitas buruh menurun, absensi naik. Barang-barang impor sekarang sedang banjir karena kita nggak bisa bersaing lagi dengan cost yang tinggi. Upah tahun ini naik tinggi sekali, misalnya di Bogor sampai 80 persen," jelas Sofjan.
Pihaknya meminta pemerintah untuk bertindak sesuai akal sehat. Permasalahan ekonomi, sambungnya, harus diselesaikan secara ekonomis, bukan dengan pertimbangan politis. "Pemerintah jangan mengorbankan ekonomi demi populis," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :