2013, Fast Food targetkan pendapatan Rp4,3 T
Kamis, 22 November 2012 - 15:34 WIB
2013, Fast Food targetkan pendapatan Rp4,3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menargetkan pendapatan pada tahun depan sebesar Rp4,325 triliun.
Berdasarkan materi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2012) bahwa target pendapatan perseroan pada tahun depan akan dikontribusi dari penambahan cabang baru dan penjualan.
Pada tahun depan, pemilik restoran KFC ini berencana membuka 25-30 cabang baru, dimana sebagian besar cabang baru tersebut tipe free standing. Sementara, penjualan pada tahun depan ditargetkan tumbuh sekitar 13-15 persen dibanding tahun ini.
Perseroan pada akhir tahun ini memproyeksikan angka penjualan sebesar Rp3,77 triliun. Angka ini naik 13,55 persen dibanding tahun sebelumnya Rp3,32 triliun. Sementara pada kuartal III tahun ini, perseroan membukukan kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp2,61 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,3 triliun.
Meski pendapatan naik, namun laba bersih perseroan menurun 20,3 persen menjadi Rp139,8 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp175,4 miliar. Turunnya laba bersih perseroan seiring naiknya beban keuangan dan operasional.
Beban operasional meningkat menjadi Rp1,33 triliun dari Rp1,16 triliun dan beban keuangan menjadi Rp1,5 miliar dari periode yang sama tahun lalu, yang membukukan pendapatan sebesar Rp9,8 miliar.
Naiknya beban operasional disebabkan naiknya upah minimum pada tahun sebelumnya menjadi 14-15 persen pada awal tahun ini. Selain itu, naiknya harga komoditas, yang mempengaruhi daya beli konsumen memberi dampak pada kenaikan harga beli bahan baku restoran.
Disamping itu, kenaikan financing charge berakibat dari penerbitan obligasi pada akhir tahun lalu menurunkan laba usaha dan perubahan kebijakan penyusutan untuk furniture & fixtures dan computers & peripherals menjadi empat tahun dari sebelumnya 10 tahun menyebabkan biaya operasional meningkat.
Berdasarkan materi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2012) bahwa target pendapatan perseroan pada tahun depan akan dikontribusi dari penambahan cabang baru dan penjualan.
Pada tahun depan, pemilik restoran KFC ini berencana membuka 25-30 cabang baru, dimana sebagian besar cabang baru tersebut tipe free standing. Sementara, penjualan pada tahun depan ditargetkan tumbuh sekitar 13-15 persen dibanding tahun ini.
Perseroan pada akhir tahun ini memproyeksikan angka penjualan sebesar Rp3,77 triliun. Angka ini naik 13,55 persen dibanding tahun sebelumnya Rp3,32 triliun. Sementara pada kuartal III tahun ini, perseroan membukukan kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp2,61 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,3 triliun.
Meski pendapatan naik, namun laba bersih perseroan menurun 20,3 persen menjadi Rp139,8 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp175,4 miliar. Turunnya laba bersih perseroan seiring naiknya beban keuangan dan operasional.
Beban operasional meningkat menjadi Rp1,33 triliun dari Rp1,16 triliun dan beban keuangan menjadi Rp1,5 miliar dari periode yang sama tahun lalu, yang membukukan pendapatan sebesar Rp9,8 miliar.
Naiknya beban operasional disebabkan naiknya upah minimum pada tahun sebelumnya menjadi 14-15 persen pada awal tahun ini. Selain itu, naiknya harga komoditas, yang mempengaruhi daya beli konsumen memberi dampak pada kenaikan harga beli bahan baku restoran.
Disamping itu, kenaikan financing charge berakibat dari penerbitan obligasi pada akhir tahun lalu menurunkan laba usaha dan perubahan kebijakan penyusutan untuk furniture & fixtures dan computers & peripherals menjadi empat tahun dari sebelumnya 10 tahun menyebabkan biaya operasional meningkat.
(rna)
Lihat Juga :