Emiten Pengelola KFC Pangkas Kerugian 50% di Kuartal II-2021
Rabu, 01 September 2021 - 14:16 WIB
loading...
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) atau emiten pengelola restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) itu mencatatkan penurunan rugi pada kuartal II-2021. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan rugi pada kuartal II-2021. Pada laporan keuangan per 30 Juni 2021, Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp76,91 miliar atau turun 50% dari 30 Juni 2020 dengan rugi sebesar Rp153,82 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,42 triliun atau turun 3,40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,51 triliun dengan rugi per saham dasar Rp19.
Baca Juga: KFC Buka Bisnis Hotel, Kamar Tidur Dihiasi Ayam Goreng
Adapun pendapatan emiten pengelola restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) ini terdiri atas makanan dan minuman, komisi atas penjualan konsinyasi, dan jasa layanan antar. Makanan dan minuman menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp2,40 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,48 triliun.
Kemudian, komisi atas penjualan konsinyasi CD dari PT Jagonya Musik dan Sport Indonesia tercatat Rp17,61 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp27,19 miliar, dan jasa layanan antar tercatat Rp3,89 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,98 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,42 triliun atau turun 3,40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,51 triliun dengan rugi per saham dasar Rp19.
Baca Juga: KFC Buka Bisnis Hotel, Kamar Tidur Dihiasi Ayam Goreng
Adapun pendapatan emiten pengelola restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) ini terdiri atas makanan dan minuman, komisi atas penjualan konsinyasi, dan jasa layanan antar. Makanan dan minuman menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp2,40 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,48 triliun.
Kemudian, komisi atas penjualan konsinyasi CD dari PT Jagonya Musik dan Sport Indonesia tercatat Rp17,61 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp27,19 miliar, dan jasa layanan antar tercatat Rp3,89 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,98 miliar.
Lihat Juga :