Reswara: Industri batu bara akan bangkit

Kamis, 22 November 2012 - 17:50 WIB
Reswara: Industri batu...
Reswara: Industri batu bara akan bangkit
A A A
Sindonews.com - PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) menilai, industri batu bara akan kembali membaik dalam waktu dekat. Hal tersebut didasarkan pada meningkatnya permintaan batu bara yang diproduksi anak perusahaannya PT Tunas Inti Abadi (TIA) ini.

“Penjualan batu bara TIA melalui kontrak penjualan batubara Avra Commodities dengan Huadian Power International mengkonfirmasikan bahwa, minat terhadap batubara kami masih sangat baik. Kami optimis bahwa dalam waktu dekat, industri batubara akan pulih kembali yang akan diiringi dengan permintaan yang meningkat.” ujar Presiden Direktur Reswara, Harry Asmar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2012).

Dengan terus menjaga kualitas dari batu bara dan menjalankan komitmen perusahaan untuk selalu mengedepankan praktik-prakit tata kelola perusahaan yang baik, kata Hary, dirinya percaya Reswara akan siap menghadapi kompetisi dari produsen batubara lainnya serta menciptakan bisnis yang berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang.

Mendukung penilaian yang dilontarkan Hary, Presiden Direktur ABM Investama, Andi Djajanegara mengatakan, meskipun sektor batu bara saat ini sedang mengalami masa penuh tantangan, perjanjian dengan Avra ini mengkonfirmasi adanya permintaan yang tinggi untuk batubara TIA.

"Kesepakatan jangka panjang ini menguntungkan bagi kami, pertama karena hal ini memperkuat keberhasilan penjualan ke pasar batu bara termal terbesar di dunia dan menciptakan jejak di pasar yang lebih besar dan efektif untuk grup perusahaan kami. Selain itu, kesepakatan bisnis ini juga menjamin kelanjutan bisnis jangka panjang," pungkasnya.

PT Tunas Inti Abadi (TIA) mengamankan 3 juta metrik ton (MT) tambahan kontrak penjualan batu bara untuk lima tahun ke depan dengan AVRA Commodities Pte Ltd (Avra Commodities) menjadi 18 juta MT batu bara, yang terdiri dari batu bara TIA (TIA compliant coal) dan batu bara lain yang dijual melalui TIA (TIA traded coal).

Dalam penandatangan perjanjian beberapa waktu lalu, TIA menyepakati kontrak dengan Avra Commodities untuk penjualan 15 juta ton batu bara dengan kadar 4.100 kilo kalori (kkal) GAR atau 5.500 kkal ADB untuk lima tahun ke depan hingga 2017.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamat, Sasa Dinobatkan...
Selamat, Sasa Dinobatkan sebagai Leading Brand untuk Kategori Bumbu Instan di Indonesia
PT Inti Kebanjiran Proyek...
PT Inti Kebanjiran Proyek Telekomunikasi di Tengah Pandemi
Berjangka Setahun, PT...
Berjangka Setahun, PT Inti Garap Proyek Pemeliharaan Indihome
Berbagi Kebaikan melalui...
Berbagi Kebaikan melalui Gerakan 'Crazy Kind' Bersama Misi Mulia SASA
HRTA Gold Hadirkan Edisi...
HRTA Gold Hadirkan Edisi Imlek, Satukan Nilai Emas dan Tradisi
Proyek Telekomunikasi...
Proyek Telekomunikasi PT Inti Naik Empat Kali Lipat
Berita Terkini
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
32 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
1 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
2 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
2 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
3 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
4 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved