DPR belum terima laporan penyelewengan BP Migas

Kamis, 22 November 2012 - 18:04 WIB
DPR belum terima laporan...
DPR belum terima laporan penyelewengan BP Migas
A A A
Sindonews.com - Dalam laporan hasil audit terhadap keuangan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan adanya dugaan penyimpangan hingga Rp16 triliun.

Namun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengaku belum menerima laporan tersebut dari BPK, sehingga belum bisa menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut.

"Belum. Justru itu masukan baru, nanti bisa disampaikan ke DPR, dan nanti kita akan menanyakan juga," ujar Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha kepada wartawan di The Wisdom, Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Bila telah menerima laporan tersebut secara resmi dari BPK, lanjut Satya, pihaknya berjanji akan memanggil jajaran mantan pimpinan BP Migas untuk mempertanyakan hal tersebut.

"DPR bisa mempertanyakan sampai pada suatu titik inefisiensi itu bisa dikategorikan secara hukum merugikan negara," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mendesak agar aparat penegak hukum menindaklanjuti adanya dugaan penyimpangan sebesar Rp16 triliun di BP Migas berdasarkan laporan BPK.

"BP Migas ini menggunakan uang negara yang sangat banyak, Rp1,2 triliun per tahun dari kas negara. BPK menemukan indikasi korupsi sekurang-kurangnya Rp16 triliun di BP Migas," kata Koordinator GIB Adhie Massardi beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan terpisah, anggota BPK Ali Masykur Musa mengatakan, BPK akan melakukan audit khusus terhadap BP Migas sekaligus mendorong pemeriksaan tindak lanjut atas dugaan penyelewengan dana hingga Rp16 triliun.

"BPK dalam pemeriksaannya menemukan manipulasi oleh pemeriksa terdahulu ada angka Rp16 triliun sekian. Tentu wajib ditindaklanjuti temuan BPK itu," kata Ali Masykur Musa.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
23 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
1 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
10 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
11 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
11 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved