Jokowi tak tahu ada masalah daging di DKI
Jum'at, 23 November 2012 - 18:30 WIB
Jokowi tak tahu ada masalah daging di DKI
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku tidak mengerti permasalahan kelangkaan dan melonjaknya harga daging sapi di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Bahkan, pria yang akrab disapa Jokowi ini belum bersedia menanggapi permintaan Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) untuk membuka keran impor daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta.
Jokowi juga mengaku belum menerima masukan terkait permasalahan itu. "Masalah daging, besok. Nggak, saya belum ada masukan dan saya belum mengerti apa masalahnya," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sebelumnya diketahui, para pengusaha daging sapi di wilayah DKI Jakarta yang tergabung dalam Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) meminta Jokowi untuk membuka keran impor daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta.
Stok daging lokal yang ada dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Jakarta. "Kami berharap ada sekitar 50 ribu ton khusus untuk Jakarta saja karena semua tergantung suplai dari luar, baik lokal maupun impor. Jadi ketika daerah-daerah lain di Jateng dan Jatim tidak surplus, ya mereka tidak kirim ke sini. Saya sudah sampaikan itu ke Pak Jokowi," tukas Ketua KDS Jakarta Sarman Simanjorang.
Bahkan, pria yang akrab disapa Jokowi ini belum bersedia menanggapi permintaan Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) untuk membuka keran impor daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta.
Jokowi juga mengaku belum menerima masukan terkait permasalahan itu. "Masalah daging, besok. Nggak, saya belum ada masukan dan saya belum mengerti apa masalahnya," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sebelumnya diketahui, para pengusaha daging sapi di wilayah DKI Jakarta yang tergabung dalam Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) meminta Jokowi untuk membuka keran impor daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta.
Stok daging lokal yang ada dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Jakarta. "Kami berharap ada sekitar 50 ribu ton khusus untuk Jakarta saja karena semua tergantung suplai dari luar, baik lokal maupun impor. Jadi ketika daerah-daerah lain di Jateng dan Jatim tidak surplus, ya mereka tidak kirim ke sini. Saya sudah sampaikan itu ke Pak Jokowi," tukas Ketua KDS Jakarta Sarman Simanjorang.
(gpr)
Lihat Juga :