Bidik pebisnis pemula, BRI gandeng STIE Ekuitas
Sabtu, 24 November 2012 - 16:40 WIB
Bidik pebisnis pemula, BRI gandeng STIE Ekuitas
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (persero) kantor wilayah Bandung mulai menyasar pengusaha muda atau pemula untuk meningkatkan penyaluran kredit di Jawa Barat. Upaya ekspansi pembiayaan, dilakukan Bank BRI melalui keikutsertaanya pada program Studepreaneur yang di gagas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas.
Menurut Wakil Pimpinan Wilayah Bank BRI Bambang Tribaroto, upaya menggandeng pebisnis pemula khususnya mahasiswa, diharapkan dapat meningkatkan jumlah mitra binaan Bank BRI di Jabar.
“Bank BRI terus berupaya mencari mitra kerja dari kalangan umum atau mahasiswa. Tujuannya, meningkatkan jumlah mitra binaan untuk penyaluran kredit,” jelas Bambang Tribaroto di sela-sela launching program Studepreneur di STIE Ekuitas, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Sabtu (14/11/2012).
Menurut dia, potensi penyaluran kredit di wilayah Jabar masih terbuka lebar. Terutama kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Apalagi, sektor tersebut diyakini akan terus berkembang, sejalan tumbuhnya perekonomian Jawa Barat di masa mendatang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, penyaluran kredit Bank BRI di Jawa Barat pada periode Januari-Oktober 2012 tumbuh sekitar 20 persen di bandingkan periode yang sama tahun lalu. Bank BRI mencatat, penyaluran kredit telah tembus di angka Rp18 triliun.
“Sampai akhir tahun, target penyaluran kredit di Jabar sebesar 18,5 triliun. Kami optimistis, realisasi kredit akan melebihi target,” beber dia.
Realisasi kredit Januari-Oktober 2012, sekitar 80%-nya terserap oleh sektor UMKM. Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit mikro, kredit menengah, dan lainnya. Diakui dia, realisasi KUR di Jabar juga menyumbang peningkatkan serapan kredit Bank BRI selama 2012. “Pengusaha pemula, biasanya kami fasilitasi melalui KUR,” pungkas dia.
Namun demikian, Banbang mengaku belum mengetahui secara pasti berapa komposisi kredit yang disalurkan melalui skema KUR. Masyarakat yang mengakses pembiayaan ini, tidak dikenakan agunan. Namun, di patok bunga cukup tinggi, yaitu 22 persen.
Sementara itu, Ketua STIE Ekuitas Ina Primiana mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah entepreaneur di Jabar melalui program Studepreneur. Program kali ini, adalah periode kedua, setelah bulan Oktober lalu, juga digelar acara serupa.
Mereka yang mengikuti program Studepreneur adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabar yang telah merintis usaha. “Mereka akan mendapat bimbingan dan pendampingan agar usahanya lebih berkembang,” jelas Ina.
Di angkatan kedua ini, lanjut Ina, ada sekitar 45 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka akan mendapat pelatihan selama tujuh bulan dengan instruktur dari Kadin Jabar, Bank BRI, dan lembaga lainnya.
Untuk saat ini, lanjut Ina, pihaknya fokus menggarap mahasiswa yang telah memiliki bisnis. Dengan harapan, bisnis mereka bisa berkembang setelah mendapat pelatihan dan pendampingan selama tujuh bulan.
Menurut Wakil Pimpinan Wilayah Bank BRI Bambang Tribaroto, upaya menggandeng pebisnis pemula khususnya mahasiswa, diharapkan dapat meningkatkan jumlah mitra binaan Bank BRI di Jabar.
“Bank BRI terus berupaya mencari mitra kerja dari kalangan umum atau mahasiswa. Tujuannya, meningkatkan jumlah mitra binaan untuk penyaluran kredit,” jelas Bambang Tribaroto di sela-sela launching program Studepreneur di STIE Ekuitas, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Sabtu (14/11/2012).
Menurut dia, potensi penyaluran kredit di wilayah Jabar masih terbuka lebar. Terutama kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Apalagi, sektor tersebut diyakini akan terus berkembang, sejalan tumbuhnya perekonomian Jawa Barat di masa mendatang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, penyaluran kredit Bank BRI di Jawa Barat pada periode Januari-Oktober 2012 tumbuh sekitar 20 persen di bandingkan periode yang sama tahun lalu. Bank BRI mencatat, penyaluran kredit telah tembus di angka Rp18 triliun.
“Sampai akhir tahun, target penyaluran kredit di Jabar sebesar 18,5 triliun. Kami optimistis, realisasi kredit akan melebihi target,” beber dia.
Realisasi kredit Januari-Oktober 2012, sekitar 80%-nya terserap oleh sektor UMKM. Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit mikro, kredit menengah, dan lainnya. Diakui dia, realisasi KUR di Jabar juga menyumbang peningkatkan serapan kredit Bank BRI selama 2012. “Pengusaha pemula, biasanya kami fasilitasi melalui KUR,” pungkas dia.
Namun demikian, Banbang mengaku belum mengetahui secara pasti berapa komposisi kredit yang disalurkan melalui skema KUR. Masyarakat yang mengakses pembiayaan ini, tidak dikenakan agunan. Namun, di patok bunga cukup tinggi, yaitu 22 persen.
Sementara itu, Ketua STIE Ekuitas Ina Primiana mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah entepreaneur di Jabar melalui program Studepreneur. Program kali ini, adalah periode kedua, setelah bulan Oktober lalu, juga digelar acara serupa.
Mereka yang mengikuti program Studepreneur adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabar yang telah merintis usaha. “Mereka akan mendapat bimbingan dan pendampingan agar usahanya lebih berkembang,” jelas Ina.
Di angkatan kedua ini, lanjut Ina, ada sekitar 45 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka akan mendapat pelatihan selama tujuh bulan dengan instruktur dari Kadin Jabar, Bank BRI, dan lembaga lainnya.
Untuk saat ini, lanjut Ina, pihaknya fokus menggarap mahasiswa yang telah memiliki bisnis. Dengan harapan, bisnis mereka bisa berkembang setelah mendapat pelatihan dan pendampingan selama tujuh bulan.
(gpr)
Lihat Juga :