Kenaikan harga picu masyarakat miskin bertambah

Minggu, 25 November 2012 - 13:00 WIB
Kenaikan harga picu...
Kenaikan harga picu masyarakat miskin bertambah
A A A
Sindonews.com - Harga barang/jasa merupakan hal fundamental yang bisa mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia. Pasalnya, jika harga naik dan masyarakat tidak mampu mengimbangi akan menyebabkan daya beli turun. Akibatnya secara langsung akan berdampak ke inflasi dan mempengaruhi ekonomi negara secara umum.

"Jadi harga yang sebetulnya, berpengaruh ke garis kemiskinan," kata Deputi Neraca dan Analisis Statistik Kecuk Suhariyanto di Hotel Palace, Cipanas, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2012).

Seperti diketahui, dengan naiknya upah minimum provinsi (UMP), kenaikan harga menjadi alternatif pertama perusahaan untuk mempertahankan bisnisnya. Terkait kenaikan ini, Kecuk masih belum dapat memprediksi seberapa besar pengaruhnya terhadap inflasi. Pasalnya, besaran kenaikan harga juga belum dipastikan.

"Jelas itu akan berpengaruh, cuma karena harga barangnya apa? Terus, itu punya bobot yang besar tidak untuk inflasi? harus dipastikan dulu," jelasnya.

Jika berkaca dari kenaikan UMP sebelumnya, menurut Kecuk, pengaruhnya sangat minim terhadap inflasi. Akan tetapi, itu karena kenaikan yang tidak sebesar saat ini. Kendati demikian, dia mengingatkan kepada para pengusaha, agar dalam menaikkan harga produk harus memperhatikan daya beli masyarakat.

"Ini mungkin terlalu awal. Tapi itu perlu diperhatikan daya beli masyarakat. Kan kalau permintaan turun, ya banyak hal yang sudah harus dipikirkan," tambah Kecuk.

Sementara Kepala BPS Suryamin melihat sisi postiif bagi perusahaan menyusul naiknya UMP mulai awal tahun depan. Salah satunya, dengan peningkatan nilai tambah dari produksi barang tersebut.

"Positif itu kalau produktivitas itu meningkat dan membuat produksi ada nilai tambahnya itu kan berdampak positif," pungkas Suryamin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved