2017, produk CPO besertifikat

Senin, 26 November 2012 - 09:09 WIB
2017, produk CPO besertifikat
2017, produk CPO besertifikat
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya memiliki Sustainable Crude Palm Oil Certificate pada 2017.

Sertifikasi tersebut menyikapi protes yang dilancarkan Perancis dan Amerika Serikat (AS) terhadap produk CPO asal Indonesia karena dianggap tidak ramah lingkungan dan tidak sehat. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengakui pemerintah agak risau dengan Nutela Poroposal yang diajukan di Perancis.

Isi Nutela Proposal tersebut meminta Pemerintah Perancis untuk menaikkan bea masuk produk sawit ke negara itu sebanyak 300 persen. Alasannya, produk sawit termasuk CPO dan turunannya asal Indonesia tidak sehat dan tidak ramah lingkungan.

“Nutela Proposal memang diajukan oleh organisasi kecil di Perancis dan ditolak oleh Parlemen Perancis, tapi tetap perlu kita sikapi,” ucapnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi, pemerintah menargetkan pada 2017 semua produk CPO besertifikat resmi. Saat ini, produk CPO dan turunannya asal Indonesia yang belum besertifikat hanya sedikit.

“Awal Desember ini kita akan ke Perancis, Eropa, dan Belanda untuk sosialisasi dan menjelaskan bahwa CPO kita sudah besertifikat dan bisa dibuktikan secara ilmiah tidak berbahaya bagi kesehatan,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Bayu, Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia bersama Malaysia harus pintar-pintar menjaga arus suplai CPO. Agar Indonesia bisa mengendalikan harga CPO dunia, perlu investasi untuk pembangunan tangki penyimpanan (storage).

“Kalau kita bisa stok CPO untuk dua bulan saja, kita bisa kendalikan harga dunia,” katanya.

Menurut dia, produksi CPO banyak, namun jumlah tangki penampungan tidak bertambah banyak. “Intinya harus ada investasi baru untuk CPO,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syahrul R Sempurnajaya mengatakan, harga CPO yang diperdagangkan di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) ditutup melemah.

Penurunan harga CPO dipengaruhi aksi spekulasi pelaku pasar terkait rencana pemotongan pajak ekspor baru yang akan diberlakukan tahun depan. “Pemerintah Malaysia sudah mengeluarkan kebijakan menurunkan bea keluar (BK) CPO yang berlaku 1 Januari tahun depan,” kata Syahrul.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
2 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
2 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
2 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
2 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
5 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
5 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved