Industri tekstil pastikan tinggalkan DKI
Senin, 26 November 2012 - 11:20 WIB
Industri tekstil pastikan tinggalkan DKI
A
A
A
Sindonews.com - Kabar yang menyebutkan kalangan pengusaha akan hengkang dari DKI Jakarta rupanya bukan isapan jempol belaka. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat memastikan bahwa hal tersebut akan dilakukan kalangan pengusaha tekstil.
"Loh, ini bukan mengancam. Kita bukan anak kecil yang main ancam. Tapi ini memang benar-benar akan kita lakukan," ujar Ade saat dihubungi Sindonews, Senin (26/112012).
Ade menjelaskan, langkah tersebut terpaksa diambil pihaknya lantaran jenis usaha yang dilakoninya tergolong usaha padat karya dengan margin usaha yang tidak terlalu besar.
"Ini kan agar usaha kita bisa tetap hidup, kita akan cari tempat lain yang lebih kondusif. Kita ini kan usaha padat karya, margin kita tipis. Kalau upah buruh dinaikkan, margin semakin tipis, bisa mati usaha kita," sambung dia lagi.
Saat ini, kata dia, di jakarta sendiri ada sedikitnya 400 perusahaan di bidang industri textil yang tergabung dengan API atau sekitar 14 persen dari total perusahaan tekstil yang tergabung dengan API di seluruh Indonesia dengan jumlah mencapai 2.900 perusahaan.
Hengkangnya pengusaha dari tanah kelahiran si Pitung tersebut bisa jadi menimbulkan gejolak ketenagakerjaan yang cukup signifikan. "Ini bisa mengganggu stabilitas ekonomi bukan hanya DKI Jakarta, tetapi juga Jabodetabek," tutup dia.
"Loh, ini bukan mengancam. Kita bukan anak kecil yang main ancam. Tapi ini memang benar-benar akan kita lakukan," ujar Ade saat dihubungi Sindonews, Senin (26/112012).
Ade menjelaskan, langkah tersebut terpaksa diambil pihaknya lantaran jenis usaha yang dilakoninya tergolong usaha padat karya dengan margin usaha yang tidak terlalu besar.
"Ini kan agar usaha kita bisa tetap hidup, kita akan cari tempat lain yang lebih kondusif. Kita ini kan usaha padat karya, margin kita tipis. Kalau upah buruh dinaikkan, margin semakin tipis, bisa mati usaha kita," sambung dia lagi.
Saat ini, kata dia, di jakarta sendiri ada sedikitnya 400 perusahaan di bidang industri textil yang tergabung dengan API atau sekitar 14 persen dari total perusahaan tekstil yang tergabung dengan API di seluruh Indonesia dengan jumlah mencapai 2.900 perusahaan.
Hengkangnya pengusaha dari tanah kelahiran si Pitung tersebut bisa jadi menimbulkan gejolak ketenagakerjaan yang cukup signifikan. "Ini bisa mengganggu stabilitas ekonomi bukan hanya DKI Jakarta, tetapi juga Jabodetabek," tutup dia.
(gpr)
Lihat Juga :