Hipmi minta pemerintah tekan komponen biaya produksi

Senin, 26 November 2012 - 12:10 WIB
Hipmi minta pemerintah...
Hipmi minta pemerintah tekan komponen biaya produksi
A A A
Sindonews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menegaskan bahwa kenaikan upah minimum provinsi (UMP) mulai tahun depan harus dibarengi dengan ketegasan pemerintah dalam mengatur biaya komponen produksi lainnya, sehingga kalangan pengusaha tidak merasa terbebani.

"Pada dasarnya pengusaha kan tidak keberatan dengan kenaikan upah buruh yang udah mencapai 44 persen. Tapi kita harapkan pemerintah juga memperhatikan faktor yang lain di luar cost buruh," ujar Sekjen Hipmi, Harry Warganegara saat dihubungi Sindonews, Senin (26/11/2012).

Penyesuaian yang dimaksud, kata Harry, bertujuan agar harga produk yang dihasilkan oleh pengusaha Indonesia dapat bersaing dengan produk-produk sejenis yang ada di pasaran.

"Ini kan kalau ongkos buruh dinaikkan, tapi komponen lain biayanya tetap, mau tidak mau kita harus naikin harga jual produk kita. Bagus kalau pasar masih mau beli, kalau tidak kan usaha kita bisa mati," sambung dia.

Komponen yang dimaksud Harry sendiri setidaknya meliputi lima hal penting, yakni bunga bank, biaya perizinan usaha, pajak usaha, logistik produk dan pungutan liar (pungli).

"Kita sama sekali tidak keberatan dengan kenaikan upah buruh karena buruh juga butuh hidup, naik gaji juga biar kerjanya lebih giat. Nah, sekarang tinggal bagaimana pemerintah membuat regulasi pendukung. Misalnya, bagaimana perizinan itu lebih murah, pajak juga lebih murah. Kemudian bagaimana pungli-pungli itu bisa dihapuskan," tegas dia.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 20 November 2012 menetapkan UMP DKI Jakarta 2013 sebesar Rp2,2 juta atau naik sekitar 44 persen dari UMP tahun ini yang Rp1,529 juta. Akibat keputusan tersebut, kalangan pengusaha mengancam akan hengkang ke daerah lain.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
11 menit yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
31 menit yang lalu
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
50 menit yang lalu
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
1 jam yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
2 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved