Pemerintah disarankan ajukan 1,2 juta KL
Senin, 26 November 2012 - 15:20 WIB
Pemerintah disarankan ajukan 1,2 juta KL
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menyarankan pemerintah untuk meminta penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebsar 1,2 juta kiloliter. Pasalnya di beberapa daerah dimungkinkan akan kehabisan pasokan, seperti DKI Jakarta yang diperkirakan premium habis di tanggal 19 Desember 2012.
"Kadi perlu ditambah 1,2 juta KL," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Jika dalam bentuk rupiah, Hanung menyatakan pemerintah harus menyediakan anggaran sekitar Rp6 triliun. "Nilainya itu harga keekonomian sekarang Rp9.000-an jadi Rp6 triliun," jelasnya.
Artinya, jika kembali diajukan maka ini untuk kedua kalinya pemerintah mengajukan penambahan kuota selepas dari bulan September lalu yang sebesar 44 juta kiloliter.
Akan tetapi menurut Hanung, terlampauinya kuota BBM bersubsidi dikarenakan banyak masyarakat yang tidak layak, masih gunakan BBM PSO. "77 persen konsumen BBM PSO ini tidak layak. Itu hasil survei ESDM," pungkasnya.
"Kadi perlu ditambah 1,2 juta KL," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Jika dalam bentuk rupiah, Hanung menyatakan pemerintah harus menyediakan anggaran sekitar Rp6 triliun. "Nilainya itu harga keekonomian sekarang Rp9.000-an jadi Rp6 triliun," jelasnya.
Artinya, jika kembali diajukan maka ini untuk kedua kalinya pemerintah mengajukan penambahan kuota selepas dari bulan September lalu yang sebesar 44 juta kiloliter.
Akan tetapi menurut Hanung, terlampauinya kuota BBM bersubsidi dikarenakan banyak masyarakat yang tidak layak, masih gunakan BBM PSO. "77 persen konsumen BBM PSO ini tidak layak. Itu hasil survei ESDM," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :