Stok BBM bersubdisi di DIY kritis
Senin, 26 November 2012 - 16:22 WIB
Stok BBM bersubdisi di DIY kritis
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di DIY memasuki ambang kritis. Meski telah mendapatkan tambahan, kuota yang dimiliki DIY hingga akhir tahun nanti hanya tinggal 45.000 kiloliter untuk premium.
Sedangkan untuk solar, laporan yang diterima Bidang Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Dinas PUPESDM, hanya tersisa 7.700 kiloliter. Sementara konsumsi BBM bersubsidi jenis premium rata-rata perbulan di DIY mencapai 42-43 kiloliter.
"Kita mulai aktifkan lagi tim pemantau dan pengendali BBM," tandas Kepala Bidang ESDM Edy Indrajaya di DIY, Senin (26/11/2012).
Meski dari perhitungan matematika sisa premium dapat mencukupi kebutuhan bila diperhitungkan dengan kebutuhan rata-rata setiap bulan. Penghematan menurutnya, tetap perlu untuk dilakukan. Hal itu mempertimbangkan momentum akhir tahun dengan libur Natal dan Tahun Baru, konsumsi BBM bersubsidi mengalami peningkatan.
Kepala Dinas PUPESDM Rani Sjamsinarsi mengatakan, sejak seminggu lalu sebenarnya telah dilakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. Namun demikian, kondisi di DIY tidak terlihat menimbulkan gejolak seperti di daerah lain.
Pengendalian menurutnya, dilakukan agar sektor tertentu yang berhak mendapatkan subsidi dari BBM tidak mengalami kesulitan. "Untuk penghematan kita sudah sejak seminggu lalu melakukan pengendalian dengan kuota harian," tandasnya.
Dibagian lain mengenai wacana sehari tanpa BBM bersubsidi, Rani mengaku belum mendapatkan informasi secara resmi. Menurutnya, wacana yang diluncurkan Badan Pengelolaan Hilir (BPH) pusat pada 2 Desember tersebut baru diketahui sebatas dari media.
Sedangkan untuk solar, laporan yang diterima Bidang Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Dinas PUPESDM, hanya tersisa 7.700 kiloliter. Sementara konsumsi BBM bersubsidi jenis premium rata-rata perbulan di DIY mencapai 42-43 kiloliter.
"Kita mulai aktifkan lagi tim pemantau dan pengendali BBM," tandas Kepala Bidang ESDM Edy Indrajaya di DIY, Senin (26/11/2012).
Meski dari perhitungan matematika sisa premium dapat mencukupi kebutuhan bila diperhitungkan dengan kebutuhan rata-rata setiap bulan. Penghematan menurutnya, tetap perlu untuk dilakukan. Hal itu mempertimbangkan momentum akhir tahun dengan libur Natal dan Tahun Baru, konsumsi BBM bersubsidi mengalami peningkatan.
Kepala Dinas PUPESDM Rani Sjamsinarsi mengatakan, sejak seminggu lalu sebenarnya telah dilakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. Namun demikian, kondisi di DIY tidak terlihat menimbulkan gejolak seperti di daerah lain.
Pengendalian menurutnya, dilakukan agar sektor tertentu yang berhak mendapatkan subsidi dari BBM tidak mengalami kesulitan. "Untuk penghematan kita sudah sejak seminggu lalu melakukan pengendalian dengan kuota harian," tandasnya.
Dibagian lain mengenai wacana sehari tanpa BBM bersubsidi, Rani mengaku belum mendapatkan informasi secara resmi. Menurutnya, wacana yang diluncurkan Badan Pengelolaan Hilir (BPH) pusat pada 2 Desember tersebut baru diketahui sebatas dari media.
(gpr)
Lihat Juga :