Perbankan syariah jadi solusi krisis global
Senin, 26 November 2012 - 17:12 WIB
Perbankan syariah jadi solusi krisis global
A
A
A
Sindonews.com – Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia cukup membanggakan. Saat ini, total asetnya telah mencapai 4,2 persen dibanding total keseluruhan aset perbankan.
Rata-rata perbankan syariah tumbuh 40,2 persen dari 2007-2011. Perbankan syariah dinilai akan menjadi solusi alternatif dalam mengatasi krisis global.
“Pertumbuhan perbankan syariah lebih tinggi dibanding pertumbuhan perbankan secara umum,” jelas Director of Risk Management Insurance Indonesia of LPS, Salustra Satria pada seminar 4th International Association of Deposit Insurers (IADI) dan Islamic Deposit Insurance Group (IDIG) di Yogyakarta, Senin (26/11/2012).
Seminar on Islamic Deposit Insurance, Promoting Financial Stability Though Effective Islamic Deposit Insurance Coverage, ini diikuti tujuh negara dan tiga lembaga keuangan internasional untuk merumuskan sistem perbankan dan lembaga keuangan syariah.
“Seminar ini sudah rutin dilaksanakan untuk saling bertukar pemikiran, diskusi, evaluasi akan sistem perbankan syariah di masing-masing negara untuk perbaikan bersama," ujarnya.
LPS telah memberikan penjaminan kepada 11 bank syariah milik BUMN, 24 bank syariah swasta dam 156 BPRS. Head of Business Development International Centre for Education in Islamic
Finance (INCEIF) Roslan Abdul Razak menambahkan, aset perbankan dan lembaga keuangan
syariah saat ini mencapai USD1,2 triliun tersebar di 75 negara pada 1.000 perbankan.
"Pertumbuhannya cukup baik 15-20 persen per tahun dan perbankan syariah bisa menjadi solusi terutama saat krisis global," kata Roslan.
Chairman IADI-IDIG Khairuddin HJ Arsyad dari Malaysia menambahkan, perbankan syariah menjadi solusi krisis global karena bermodal keyakinan religius dari nasabah. Namun, modal keyakinan saja tidak akan mencukupi dan harus didukung dengan pelayanan yang lebih baik, kemudahan akses dan jaminan juga menjadi kunci utama.
Di Malaysia perbankan syariah dan konvensional dipilah, diatur Undang-Undang agar bisa berkembang berdampingan. "Misalnya, untuk lembaga penjamin, uang terbagi dua, yaitu pos untuk perbankan syariah dan pos untuk sistem konvensional," jelasnya.
Rata-rata perbankan syariah tumbuh 40,2 persen dari 2007-2011. Perbankan syariah dinilai akan menjadi solusi alternatif dalam mengatasi krisis global.
“Pertumbuhan perbankan syariah lebih tinggi dibanding pertumbuhan perbankan secara umum,” jelas Director of Risk Management Insurance Indonesia of LPS, Salustra Satria pada seminar 4th International Association of Deposit Insurers (IADI) dan Islamic Deposit Insurance Group (IDIG) di Yogyakarta, Senin (26/11/2012).
Seminar on Islamic Deposit Insurance, Promoting Financial Stability Though Effective Islamic Deposit Insurance Coverage, ini diikuti tujuh negara dan tiga lembaga keuangan internasional untuk merumuskan sistem perbankan dan lembaga keuangan syariah.
“Seminar ini sudah rutin dilaksanakan untuk saling bertukar pemikiran, diskusi, evaluasi akan sistem perbankan syariah di masing-masing negara untuk perbaikan bersama," ujarnya.
LPS telah memberikan penjaminan kepada 11 bank syariah milik BUMN, 24 bank syariah swasta dam 156 BPRS. Head of Business Development International Centre for Education in Islamic
Finance (INCEIF) Roslan Abdul Razak menambahkan, aset perbankan dan lembaga keuangan
syariah saat ini mencapai USD1,2 triliun tersebar di 75 negara pada 1.000 perbankan.
"Pertumbuhannya cukup baik 15-20 persen per tahun dan perbankan syariah bisa menjadi solusi terutama saat krisis global," kata Roslan.
Chairman IADI-IDIG Khairuddin HJ Arsyad dari Malaysia menambahkan, perbankan syariah menjadi solusi krisis global karena bermodal keyakinan religius dari nasabah. Namun, modal keyakinan saja tidak akan mencukupi dan harus didukung dengan pelayanan yang lebih baik, kemudahan akses dan jaminan juga menjadi kunci utama.
Di Malaysia perbankan syariah dan konvensional dipilah, diatur Undang-Undang agar bisa berkembang berdampingan. "Misalnya, untuk lembaga penjamin, uang terbagi dua, yaitu pos untuk perbankan syariah dan pos untuk sistem konvensional," jelasnya.
(rna)
Lihat Juga :