Bailout Yunani dibahas lagi

Selasa, 27 November 2012 - 09:12 WIB
Bailout Yunani dibahas...
Bailout Yunani dibahas lagi
A A A
Sindonews.com – Menteri keuangan zona euro mengadakan pertemuan untuk ketiga kalinya dalam dua minggu di Brussels, kemarin. Pembicaraan tersebut berkisar tentang dana talangan (bailout) berikutnya untuk Yunani yang masih terancam mengalami kebangkrutan.

Saat ini Yunani sedang menunggu pencairan bailout kedua sebesar 31,5 miliar euro dari pemberi pinjaman internasional atau troika, yakni Uni Eropa, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).

Selain itu, pada akhir tahun ini Athena juga akan menerima dua kali pencairan bantuan senilai 5 miliar euro dan 8,3 miliar euro, dengan persyaratan Negeri Dewa-Dewa dapat menerapkan langkah-langkah penghematan.

”Untuk pertama kalinya, tampaknya Yunani tidak bisa melakukan kesalahan lebih lanjut,” ujar analis ING Bank Carsten Brzeski seperti dikutip AFP, kemarin.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Yunani yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Antonis Samaras tengah mendorong kebijakan baru dari pemangkasan anggaran awal bulan ini. Sebelumnya Samaras mengungkapkan, negaranya akan melakukan apa yang harus dilakukan dan telah berjanji untuk melakukannya.

Pada Minggu (25/11) Menteri Keuangan Prancis Pierre Moscovici bersikeras bahwa zona euro sudah sangat dekat dengan kesepakatan. ”Saya rasa pada dasarnya kami sangat dekat dengan solusi. Tetapi, saya tidak tahu apakah akan ada kesepakatan pada Senin (26/11),” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika upaya kali ini mengalami kegagalan bukanlah suatu tanggung jawab, mengingat semua orang telah berupaya. Menurut Moscovici, kesepakatan dapat dicapai jika melibatkan kombinasi dari penurunan bunga yang didapat dari pemberi pinjaman dan keuntungan yang dibuat bank sentral melalui utang Yunani.

Sekadar informasi, troika bersikeras agar Yunani mengadopsi rencana penghematan. Kreditor internasional tersebut juga telah memutuskan untuk memberikan waktu tambahan selama dua tahun sampai 2016 kepada Athena untuk menyeimbangkan pembukuannya.

Hal tersebut berarti bahwa troika harus memberikan pinjaman lain kepada Athena sebesar 32,6 miliar euro guna menutupi biaya pemberian penangguhan waktu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Eropa, Salah Satunya Lagi Perang
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
1 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
1 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
1 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
1 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
4 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
4 jam yang lalu
Infografis
Putin Isyaratkan Rudal...
Putin Isyaratkan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia akan Gempur Ukraina Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved